Sumedang, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam (PAI) Sumedang, Dede Sukmana mengikuti Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Covid-19. Pelatihan yang diprakarsai Pemerintah Kecamatan Situraja dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Situraja ini merupakan respons atas bertambahnya warga yang terkonfirmasi Covid-19.
"Kegiatan ini merupakan wujud persiapan para relawan atau petugas yang siap terjun ke lapangan untuk pemulasaraan jenazah terinfeksi Covid-19. Meningkatnya korban Covid-19 dikhawatirkan petugas pemulasaraan jenazah RSUD Kabupaten Sumedang kewalahan," ungkap Dede di Situraja melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Kamis (1/7/21).
Meski beresiko, Dede mengaku siap menjadi relawan jika dibutuhkan. Pasalnya, hal ini sesuai dengan prinsipnya untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sesamanya.
"Niat menjadi Penyuluh karena ingin membantu menyampaikan program-program pemerintah dalam bahasa agama dan ingin bermanfaat untuk umat seperti sabda Nabi, khoirunnas 'anfa-ahum linnas (Orang terbaik yang paling bermanfaat untuk sesamanya)," tambahnya.
Kegiatan yang dilangsungkan di Masjid Besar Kecamatan Situraja ini dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Situraja, KUA Kecamatan Situraja, MUI Kecamatan Situraja, dan DMI Kecamatan Situraja serta Pemerintah Desa se-Kecamatan Situraja.
Sebagai informasi sejak 22 Maret 2020 penyintas Covid-19 di Kecamatan Situraja terdiri dari 267 orang positif, 6 orang meninggal. Pada 30 Juni 2021 sebanyak 6 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kontak erat 20 orang serta suspek 3 orang
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



