Tangerang, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama Moh Agus Salim mengatakan, buku penanganan konflik ini adalah salah satu bentuk komitmen Kemenag dalam penanganan konflik paham keagamaan dan sosial di Indonesia.
“Saya berharap buku ini dapat segera dirampungkan, karena setiap kegiatan harus ada panduan yang jelas seperti modul, dan buku,” ujar Agus Salim saat memberikan sambutan pada acara Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Penyusunan Buku Konflik Paham Keagamaan Islam dan Penanganannya di Indonesia di Hotel Horison Grand Serpong, Tangerang, Rabu (14/4).
Jadi, kata Agus, penanganan konflik paham keagamaan dan sosial juga harus jelas arah dan kebijakannya, maka buku ini akan menjadi sangat penting dan dibutuhkan.
“Jangan sampai kegiatan dan program kita hanya seremonial saja, akan tetapi harus ada arah tujuan yang bisa berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,” paparnya.
Selain itu, Agus mengungkapkan, negara Indonesia adalah negara yang besar, terdiri dari berbagai suku dan budaya, sangat besar sekali peluang untuk menimbulkan konflik sosial.
“Beda salah paham saja akan menjadi ribut, apalagi dengan bahasa-bahasa agama, saya rasa bahasa yang paling ampuh dalam menghancurkan sendi kehidupan bangsa dan negara ini adalah bahasa agama, oleh karena itu adanya buku dan modul ini bisa menjadi pedoman dan solusi dalam melakukan tugas ketika di lapangan,” ungkapnya.
Acara FGD ini merupakan finalisasi penyusunan buku konflik paham keagamaan Islam dan penanganannya di Indonesia yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis, 14-15 April 2021 oleh Subdit Tata Usaha Direktorat Urais Binsyar.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



