Jakarta Bimas Islam --- Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an Ditjen Bimas Islam Jamaludin M Marki mengajak kepada masyarakat untuk tidak melupakan ikhtiar batin dalam menghadapi pandemi Covid-19, salah satunya memperbanyak membaca atau tadarus Al-Qur’an.
“Tadarus Al-Qur’an di masa pandemi dan PPKM Darurat saat ini menjadi sangat spesial, selain ibadah tapi juga menjadi ladang amal kebaikan untuk mendoakan seluruh umat manusia di dunia,” ujar Jamaludin melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/7).
Jamaludin mengutip sebuah riwayat yang artinya: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan, dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tirmidzi dan disahihkan dalam kitab Sahih Al-Jami No. 6469).
Keutaman lain dari membaca Al-Qur’an, lanjutnya, Imam Nawawi dalam kitabnya Riyadus Shalihin menjelaskan tujuh keutamaan membaca sekaligus mengkhatamkan Al-Qur’an, di antaranya, Allah SWT akan menurunkan ketenangan, rahmat dan memuji suatu kaum yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, serta malaikat akan melingkarinya.
“Sudah bukan rahasia lagi bahwa membaca Al-Qur'an bisa menjadi obat dari segala penyakit, termasuk Covid-19. Mendengarkan dan membaca Al-Qur'an bahkan dapat dijadikan sebagai terapi kesehatan,” paparnya.
Lebih jauh Jamaludin menjelaskan, banyak para pakar yang menganjurkan untuk melakukan terapi membaca dan mendengarkan Al-Qur’an. Baik untuk para dokter, tenaga kesehatan, dan khususnya bagi yang beragama Islam baik yang sedang isolasi mandiri atau pun yang sedang WFH.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



