Jakarta, Bimas Islam --- Sudah 40 hari, salah satu Tim Penilai Buku pada Subdit Kepustakaan Islam Ahmad Khoirul Anam meninggal dunia. Meski demikian, gagasan dan dedikasinya terhadap dunia literasi masih memberi manfaat hingga saat ini.
Hal itu diungkapkan Subkoordinator Kepustakaan Islam Direktorat Urais Binsyar Kemenag, Nur Rahmawati pada acara Tahlil dan Doa 40 Hari Sahabat Ahmad Khoirul Anam yang digelar oleh keluarga mendiang pada Ahad (1/8) malam, secara virtual.
“Saya secara pribadi dan atas nama Subdit Kepustakaan Ditjen Bimas Islam sangat merasa kehilangan sosok yang biasa kita sapa Cak Anam. Almarhum memiliki andil besar dalam penyusunan Peraturan Menteri Agama Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pengesahan Standar Mutu Buku Umum Keagamaan,” ujar perempuan yang akarab disapa Nung itu.
Pada kesempatan itu, Nung menyampaikan kesan dan kesaksian terhadap almarhum Ahmad Khoirul Anam. Menurutnya, mendiang juga memiliki kiprah dan dedikasi terhadap buku-buku yang diterbitkan Ditjen Bimas Islam, baik berupa pemikiran, konsep, editor, dan lainnya.
“Mendiang juga merupakan orang yang santun dan sangat sederhana, namun pemikiran dan wawasan yang ia miliki tidak sederhana. Cak Anam merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Ahmad Khoirul Anam wafat pada Kamis, 24 Juni 2021 pada usia 40 tahun.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



