Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan mengirim imam masjid ke Uni Emirat Arab sebanyak 150 orang pada 2022. Jumlah tersebut untuk melengkapi kebutuhan 200 imam masjid ke UEA.
Hal tersebut disampaikan Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Al-Hadits Ditjen Bimas Islam Kemenag, Rijal Ahmad Rangkuty dalam Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) bertajuk ‘Seleksi Imam Masjid Uni Emirat Arab’ yang tayang di Bimas Islam TV, Rabu (27/4).
“Kita berharap di tahun 2022 ini, dengan kondisi yang semakin kondusif, semakin baik, dari sisi Covid-19 juga sudah mulai membaik, sehingga pada tahun 2022 ini kita menargetkan mengirimkan 150 imam masjid untuk memenuhi kesepakatan 200 imam masjid,” kata Rijal.
“Kegiatan seleksi imam masjid ke UEA merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Agama dengan Uni Emirat Arab. Dalam kesepakatannya, Indonesia akan mengirimkan 200 imam masjid yang ditempatkan di beberapa wilayah di UEA,” imbuhnya.
Rijal menambahkan, pada 2021 kemarin, Kemenag melakukan dua kali seleksi yaitu pada bulan Maret yang terpilih sebanyak 23 imam masjid. Selanjutnya Kemenag juga melakukan seleksi imam masjid pada bulan Oktober dan terpilih sebanyak 23 orang.
“Untuk imam masjid yang diseleksi pada Maret sudah berangkat ke UEA, sementara imam masjid yang diseleksi pada Oktober insyaallah akan berangkat setelah lebaran. Ditambah dengan imam masjid dari tahun sebelumnya, sehingga total menjadi 50 imam masjid pada tahun 2021 kemarin,” katanya.
Menurut Rijal, keberhasilan mencapai kerja sama dengan UEA merupakan sebuah prestasi. Selain itu, kata dia, kerja sama tersebut juga merupakan kesempatan bagi imam masjid yang dikirim untuk memberikan pesan-pesan moderasi beragama.
“Kerja sama ini merupakan kesempatan bagi imam-imam masjid kita untuk menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama, menyampaikan bagaimana kehidupan antarumat beragama di Indonesia," kata Rijal.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



