Jakarta, Bimas Islam – Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menilai, Indonesia dengan keberagaman yang tinggi memerlukan peta dakwah. Menurut Kamaruddin, peta dakwah diperlukan untuk memperkokoh kerukunan antarumat beragama.
“Kami menargetkan tahun ini memiliki peta dakwah secara nasional. Karena negara atau bangsa seperti Indonesia ini negara yang sangat besar dengan disparitas yang sangat bervariasi, tentu membutuhkan pemetaan dalam dakwah,” ujar Kamaruddin saat membuka Focus Grup Discussion Regulasi Dakwah Tahun 2023 di Jakarta, Senin (30/1).
Kamaruddin mengungkapkan, beberapa provinsi sudah memiliki peta dakwah. Hanya saja, lanjut dia, peta dakwah secara nasional belum ada. “Sebetulnya kita sudah memiliki peta dakwah di delapan provinsi. Kami berharap tahun ini peta dakwah secara nasional bisa selesai,” katanya.
“Kalau kita memiliki peta, insyaallah afirmasi terhadap dakwah bisa dilakukan terarah. Ada panduan dan garis besarnya kira-kira daerah ini membutuhkan dakwah yang seperti apa untuk merespons karakter masyarakat di daerah tersebut. Ini yang menjadi salah satu pekerjaan kita tahun ini,” tambahnya.
Terkait itu, Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini berharap peran Majelis Dakwah Kebangsaan yang belum lama terbentuk menjadi pionir dalam penyusunan peta dakwah. Dia menargetkan, Majelis Dakwah Kebangsaan menjadi entitas yang berpengaruh dan memberikan arah dakwah di Indonesia.
“Kami menargetkan Majelis Dakwah Kebangsaan ini bisa menjadi panutan, instrumen dalam meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama di Indonesia. Kita membutuhkan seribu langkah untuk itu, dan kita sudah mengambil langkah pertama. Kita harus memastikan langkah-langkah yang ditempuh berkontribusi secara fundamental terhadap kehidupan beragama di Indonesia,” tandasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



