Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor menargetkan penambahan 5 daerah yang akan masuk dalam program Kampung Zakat pada tahun ini. Hal ini untuk percepatan pembangunan daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) melalui pemberdayaan zakat.
"Minimal ada 5 daerah baru lagi untuk Kampung Zakat ini, karena tahun lalu hanya ada 1 di Mamuju, Sulawesi Barat. Tentu nanti akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia," ungkap Tarmizi di Jakarta, Rabu (19/1/2022).
Tarmizi mengaku, untuk daerah yang akan dimasukkan program Kampung Zakat pada tahun ini akan difokuskan pada wilayah dengan kaum muslim minoritas untuk menyesuaikan dengan program prioritas Kemenag, yakni moderasi beragama.
"Jadi bukan hanya tentang peningkatan ekonomi saja, namun juga dalam rangka penguatan moderasi beragama agar penduduk setempat juga dapat beribadah dengan baik," lanjut Tarmizi.
Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Tarmizi menyatakan telah melakukan koordinasi dan kolaborasi bersama BAZNAS, LAZ, serta pemerintah daerah setempat dalam melakukan pemetaan wilayah.
"Sebenarnya di beberapa daerah, sudah ada yang meniru dan menjalankan program Kampung Zakat ini. Artinya manfaatnya sangat positif sekali bagi masyarakat, sejauh ini sudah ada 15 Kampung Zakat binaan kita," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



