Majalengka, Bimas Islam -- Kualitas kehidupan umat beragama akan meningkat ketika agama mampu merespons isu global.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Telaah Buku/Naskah Keagamaan Islam di Majalengka, Sabtu (15/7/2023).
“Untuk menjalankan kehidupan beragama yang berkualitas, perlu dilakukan perenungan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita perlu berupaya semaksimal mungkin menerjemahkan agama melalui program-program yang mampu menjawab isu-isu global,” ucapnya.
Agama, imbuh Dirjen, perlu mendapat tempat untuk membahas isu lingkungan, kemanusiaan, dan pembangunan.
“Agama kita perkenalkan bukan dengan versi moral saja. Agama harus berada di versi yang mampu merespons isu lingkungan, kemanusiaan, dan pembangunan,” tegasnya.
Dirjen pun mengajak tokoh agama dan lembaga keagamaan untuk merespons isu global.
“Saatnya kita merubah cara pandang. Agama itu harus produktif. Agama harus bisa berbicara perihal climate change dan Sustainable Development Goals (SDGs). Sudah seharusnya kita naik level membahas kemajuan,” pintanya.
Wcp/Mr



