Jakarta, Bimas Islam -- Agama dan peradaban adalah dua hal penting yang tidak bisa dipisahkan. Agama tidak hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga berbicara peradaban.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin saat memberi arahan pada kegiatan Dialog Ormas Kepemudaan Islam Tingkat Nasional di Jakarta, Rabu (14/6/2023).
“Agama itu identik dengan peradaban. Jadi, agama tidak hanya berbicara soal ibadah saja, tapi juga berbicara perihal peradaban. Ibaratnya, agama dan peradaban seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan,” ungkapnya.
Dirjen menegaskan, Nabi Muhammad Saw membawa peradaban untuk umat manusia melalui agama.
“Kalau kita melihat sejarah, Nabi Muhammad Saw sejatinya tidak membawa agama yang dipersempit hanya perihal ibadah. Tapi, yang dibawa oleh Nabi adalah peradaban. Makanya, kegemilangan Islam sampai hari ini, jawabannya adalah peradaban,” tuturnya.
Lebih lanjut diterangkan Dirjen, bukti kegemilangan Islam adalah saat Baghdad pernah menjadi pusat peradaban nomor satu di dunia.
“Baghdad pernah menjadi peradaban nomor satu di dunia. Baghdad menjadi kiblat ilmu pengetahuan ketika Dinasti Abbasiyah menerjemahkan agama bukan hanya sebagai ritus ibadah, tetapi agama diterjemahkan sebagai pusat mengembangkan ilmu pengetahuan, bahkan nilai-nilai moderasi beragama sebenarnya juga sangat kental saat itu,” tandasnya.
Sebab agama adalah peradaban, Dirjen mengajak Ormas Kepemudaan Islam untuk merespons tantangan zaman dan menyukseskan program moderasi beragama.
“Agama ini harus menginspirasi kita untuk lebih maju mengembangkan ilmu pengetahuan. Dengan ilmu, kita bisa membangun peradaban di negara kita demi kemaslahatan umat. Melalui moderasi beragama, kita wajib menyampaikan pesan-pesan kedamaian kepada masyarakat,” pungkas Dirjen.
Wcp/Mr



