Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Komunikasi dan Informatika menggandeng Kementerian Agama dalam memberikan pelatihan Teknologi Informasi (TI) bagi para penyuluh agama Islam. Hal ini sebagai bentuk peningkatan kualitas serta menjawab tantangan perkembangan teknologi yang sangat dinamis.
Direktur Penerangan Agama Islam, Syamsul Bahri mengemukakan peranan para penyuluh keagamaan di tengah masyarakat sangat vital, terutama dalam menangkal informasi hoax (bohong), sehingga mereka perlu diperkenalkan dengan teknologi informasi yang sudah menjadi kebutuhan pada saat ini.
"Pemahaman tentang teknologi informasi ini bagi para penyuluh menjadi mutlak untuk mengimbangi derasnya informasi terutama yang berbau hoax atau disintegrasi bangsa," jelas Syamsul usai rapat bersama pihak Kemenkominfo yang bertempat di Hotel Aston Priority, Kebagusan, Jakarta pada Rabu (2/6).
Syamsul mengatakan para penyuluh perlu diberikan wawasan tentang keahlian menggunakan teknologi informasi, terutama media sosial agar mampu memberikan narasi yang tepat bagi masyarakat dalam menangkal informasi hoax tersebut.
"Pelatihan ini sangat penting karena derasnya informasi yang tanpa batas, kalau kemudian informasi yang masuk salah dan ditelan mentah-mentah oleh masyarakat, maka dapat dibayangkan apa yang nanti akan terjadi," imbuhnya.
Syamsul mengapresiasi adanya kerja sama dengan Kemenkominfo dalam rangka pelatihan TI bagi para penyuluh karena mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kondusivitas keagamaan masyarakat.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



