Jakarta, Bimas Islam -- Pemilu sudah semakin dekat, potensi konflik terutama di media sosial mulai meningkat. Kasubdit Penyuluh Agama Islam (PAI), Amirullah mengatakan, Indonesia memiliki para penyuluh untuk menangkal konten-konten negatif.
Pesan ini disampaikannya saat ditemui wartawan Bimas Islam di Jakarta, Rabu (21/6/2023).
"Kita punya pasukan udara, dalam hal ini penyuluh untuk membersihkan hoaks dan politik identitas, serta oknum-oknum yang menyebarkan narasi kebencian," terangnya.
Ia mengungkapkan, penyuluh bertugas menyebarluaskan pesan-pesan perdamaian dan kejujuran di media sosial, agar masyarakat dapat lebih bijak bersikap dalam suasana tahun politik.
"Penyuluh berperan untuk bisa membuat narasi-narasi damai yang harus diviralkan, agar masyarakat dapat melalui Pemilu tanpa hoaks dan ujaran kebencian," ucapnya.
Diketahui, sepanjang Agustus 2018 hingga Februari 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berhasil menjaring 771 konten hoaks atau berita palsu selama periode Pemilu. Dari 771 konten hoaks tersebut, mayoritas adalah berita hoaks yang berkaitan dengan politik jelang Pilpres 2019.
Msk/Mr



