Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) akan melibatkan influencer media sosial untuk mendorong peningkatan angka pernikahan di Indonesia. Langkah ini akan diwujudkan melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek) Influencer Keluarga Sakinah yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2025.
Upaya itu dilakukan menyusul tren penurunan peristiwa nikah di Indonesia, meskipun jumlah penduduk usia nikah tergolong tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 jumlah penduduk Indonesia mencapai 281 juta jiwa, dengan 66 juta di antaranya berada pada usia nikah (20–35 tahun). Namun, hanya sekitar 23,4 persen dari kelompok usia ini yang menikah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menargetkan 2,5 juta peristiwa nikah di tahun 2025. “Peristiwa nikah tahun 2024 hanya sekitar 1,47 juta. Kita harap bisa meningkat jadi 2,5 juta di tahun 2025,” ujarnya dalam acara Sinkronisasi Data dan Layanan Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Senin (19/5/2025) di Jakarta.
Ia menjelaskan, upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap. “Misalnya, jika di suatu wilayah pada Mei 2024 terjadi 20 peristiwa nikah, maka di bulan yang sama tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 25,” tambahnya.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Cecep Khairul Anwar, mengatakan, rendahnya angka pernikahan di kalangan usia nikah dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya gaya hidup anak muda yang lebih nyaman hidup sendiri, terutama karena pengaruh media sosial. “Mereka menjadikan media sosial sebagai tolok ukur kehidupan,” ujarnya.
Selain itu, maraknya konten negatif tentang pernikahan seperti isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan konflik rumah tangga, turut menimbulkan ketakutan untuk menikah. “Sebagian anak muda berpikir bahwa kebahagiaan bisa diraih tanpa harus menikah,” kata Cecep.
Menurutnya, pernikahan bukan sekadar urusan pribadi, tapi bagian dari pelestarian manusia dan nilai-nilai spiritual. "Influencer dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, mengungkapkan, pihaknya sedang menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempersiapkan Bimtek Influencer Keluarga Sakinah.
“Kami akan mengundang berbagai pihak untuk menyamakan persepsi, kemudian menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan pedoman pelibatan influencer,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu tokoh yang direncanakan hadir sebagai narasumber utama adalah Ning Umi Laila, pendakwah muda asal Surabaya yang dikenal luas di kalangan Gen Z.
“Kehadiran beliau diharapkan dapat menjembatani pesan keagamaan dan nilai pernikahan sakinah kepada generasi digital secara lebih efektif,” pungkas Zudi.
Wcp/Mr



