Makassar, bimasislam— Kehidupan keberagamaan saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan kebangsaan. Di samping narkotika dan pornografi, keberagamaan juga dihadapkan pada penyebaran berita hoax dan gerakan intoleran yang dapat merusak kerukunan bangsa. Dampaknya jelas akan mengganggu laju pembangunan nasional yang tengah digalakkan. Pada konteks inilah peran Bimas Islam dituntut berada di garis terdepan dalam memperkuat kualitas keberagamaan sebagai pilar penting pembangunan nasional.
Hal ini disampaikan Sesditjen Bimas Islam, Tarmizi, saat menyampaikan arahan sekaligus pembukaan kegiatan Serap Aspirasi Bimbingan Masyarakat Islam di Kota Makassar, (9/11). Di hadapan para tokoh agama, pimpinan ormas Islam, MUI, akademisi dan para pejabat Kementerian Agama se Provinsi Sulawesi Selatan, Tarmizi menyampaikan pentingnya strategi penguatan kerukunan seperti dicanangkan oleh Menteri Agama, Mukti Ali.
“Tugas kita adalah menjaga umat, menjaga agar tetap rukun dan damai,” tegasnya.
Tarmizi mengingatkan kembali tri kerukunan umat beragam. Menurutnya, saat ini bangsa Indonesia harus kembali memperkuat kerukunan internal umat beragama, antar umat beragam dan umat beragama dengan pemerintah. Saat ini terdapat gerakan sebagian kecil umat beragama yang seolah-olah memusuhi pemerintah. Padahal, Kementerian Agama sebagai bagian dari pemerintah, telah menjalankan tugas mengayomi seluruh umat beragama, tanpa pandang bulu.
Tarmizi menambahkan, implementasi penguatan tri kerukunan diwujudkan salah satunya melalui peran para penyuluh, dai, tokoh agama dan masyarakat luas. Umat, lanjutnya, harus diberikan informasi yang menyejukkan, bukan justru dipanas-panasin. Para tokoh agama harus menyampaikan informasi yang mencegah berkembangnya kebencian di tengah masyarakat.
“Siapkan dai-dai yang kompeten, harus dibina para dai kita. Jadikan mereka sebagai agen Islam yang moderat,” ujarnya.
Tarmizi kembali mengajak para pimpinan ormas Islam dan tokoh agama untuk bersama-sama pemerintah menjaga kerukunan, baik internal umat beragama, antar umat beragam maupun umat beragam dengan pemerintah.
Di akhir paparannya, Tarmizi mengingatkan para pejabat Kementerian Agama di berbagai tingkatan untuk selalu merespon cepat apapun yang terjadi di masyarakat. Kehadiran Kementerian Agama harus benar-benar dirasakan masyarakat.
Kegiatan Serap Aspirasi Bimas Islam di Provinsi Sulawesi merupakan rangkaian program penguatan fungsi agama dalam pembangunan nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu menjaring aspirasi dari para pemangku kepentingan, tokoh agama, ormas Islam dan masyarakat luas bagi penguatan program Bimas islam ke depan. Hadir dalam kegiatan ini unsur Bappenas RI, Kementerian Keuangan dan Dirjen Bimas Islam.
(Jaja zarkasyi-Ari Sigit/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



