Bogor, bimasislam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Bimas Islam untuk memperhatikan empat hal penting di dalam mengelola birokrasi. Empat hal tersebut, katanya, adalah Regulasi, Sumber Daya Manusia (SDM), Sarana Prasarana, dan Anggaran.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Penyempurnaan Dokumen Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) Panel 1 Tahun 2019 yang digelar di Hotel Alana Sentul, Bogor, Ahad (14/4).
Dikatakan Tarmizi, keempat hal tersebut merupakan hal mutlak yang tidak bisa ditawar untuk mendukung cita-cita reformasi birokrasi di tanah air.
Reformasi birokrasi, imbuhnya, harus beranjak dan dilindungi oleh regulasi yang jelas. "Jangan sampai cita-cita dan tujuan yang baik dalam mereformasi birokrasi justru terganjal atau menentang regulasi yang ada," katanya. Oleh karena itu, ia berpesan agar seluruh ASN Bimas Islam punya pemahaman yang baik terhadap aspek regulasi.
Terkait reformasi birokrasi tersebut, Mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Riau itu juga mengingatkan Pekerjaan Rumah yang saat ini terus ia dibenahi, yaitu kualitas Sumber Daya Manusia. Dikatakannya, harus diakui kualitas SDM di lingkungan Ditjen Bimas Islam perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, sejumlah program terkait peningkatan kapasitas dan kompetensi pegawai secara rutin terus dilakukan.
"Hasil dari sejumlah training, pelatihan, workshop, dan kegiatan lain yang terkait dengan pengembangan pegawai itu kini mulai menunjukkan buahnya. Prestasi, penataan, promosi, dan distribusi pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Islam terlihat mulai mengalami peningkatan." Paparnya.
Selain itu, Sekretaris menambahkan, Sarana dan Prasarana dan Anggaran merupakan faktor pendukung lain yang tidak bisa diabaikan. "Tidak mungkin reformasi birokrasi bisa berjalan jika tidak didukung oleh sarana prasarana perkantoran dan anggaran yang memadai!" Tegasnya.
Kegiatan PMPRB Panel 1 Tahun 2019 digelar selama tiga hari, sejak 14 hingga 16 April 2019. Kegiatan yang diikuti 90 orang dari berbagai unsur peserta ini dimaksudkan untuk melengkapi dokumen bukti (evidence) pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Ditjen Bimas Islam untuk kemudian dilaporkan di tingkat Kementerian Agama.
Selain Sekretaris, sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini antara lain Dirjen Bimas Islam, pejabat Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, serta dari unsur Kemenpan RB.
Penulis: Sigit
Editor: Sigit
Foto : Bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



