Banten, bimasislam—“Setelah reformasi banyak terjadi perubahan dalam demokrasidi Indonesia,banyak perubahandalam bentuk dan corak dalam setiap lini kehidupan. Bahkan sampai terjadi perubahan dalam pehamanan keagamaan. Reformasi masuk kedalam seluruh tubuh kehidupan struktural yang ada di Indonesia bahkan sampai kepada paham keagamaan yang ada.Sebelum reformasi jarang kitatemuiorang yang mengaku nabi dan aliran sesat, memang ada tapi tidak banyak seperti sekarang ini.”Demikian disampaikan Tarmizi, Sekretaris Ditjen Bimas Islam ketika menjadi narasumber pada kegiatan pembinaan paham keagamaan bagi generasi muda di provinsi Banten, (12/4).
“Kita perlu memberikan paham keagamaan kepada generasi muda kita dengan paham keagamaan yang berkatakter wasathiyah demi terwujudnya generasi Islam yang moderat agar tidak terjadi penyelewengan paham keagamaan dan mampu mendeteksi dan mencegah tentang pemahaman keagamaan yang salah,” ungkap mantan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau ini.
Selanjutnya Tarmizi menyampaikan definisi kaum muda berdasarkan UU No. 40 tahun 2009 yaitu mereka yang berusia dari 16 sampai 30 tahun. Jumlah generasi muda sampai tahun 2016 mencapai 61, 83 juta jiwa (BPS, 2014). Jika persentase jumlah umat Islam pada tahun 2010 adalah 87,18 % dari total penduduk Indonesia, maka jumlah jumlah kaum muda yang beragama islam hingga sepuluh tahun terakhir berkisar 53 juta jiwa (Sensus BPS 2010). Ada pun generasi millennial: generasi muda masa kini yang saat ini berusia dikisaran 15-34 tahun. dan generasi ini merupakan generasi penentu dari kemajuan bangsa kita.
Mantan Direktur Pemberdayaan Zakat ini juga mengungkapkan yang dimaksud dengan pengertian Moderasi atau Wasathiyah adalah sikap di tengah-tengah, yang tak berlebihan, namun memegang teguh mabadi al-Syariah (prinsip-prinsip dalam Syariat)hal ini sebagaimana dirujuk pada surah al-Baqarah;143. Tarmizi mengutip konsep WasathiyahKyai asal Situbondo Afifudin Muhadjir yang menyebutkan yang bermakna al-Waqi’iyyah(realistis), yaiturealistis di sini tidak berarti taslim atau menyerah pada keadaan yang terjadi, tetapi berarti tidak menutup mata dari realitas yang ada dengan tetap berusaha untuk menggapai keadaan yang ideal.
Menurutnya, ada 4 (Empat) prinsip Islam moderat yaitu: Pertama, Semangat beragama (ruh al-din) sebagai semangat beragama yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas; Kedua, Semangat nasionalisme (ruh al-wathaniyah), mendorong semangat cinta NKRI; Ketiga, Semangat kebangsaan (ruh al-‘ashabiyah), semangat menjaga keragaman nusantara yang terdiri dari berbagai bahasa, budaya, dan agama; dan Keempat, Ruh kemanusiaan (ruh al-basyariyah), semangat saling menghargai dengan sesama manusia.
Beberapa poin penting juga disampaikan mengenai Strategi Bina Generasi Millenial Berkarakter Washatiyah; yaitu, Meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap gejala-gejala sosial dan budaya yang diakibatkan pada era globalisasi dan era informasi; Menjadikan iman taqwa sebagai sarana yang paling ampuh dalam upaya menangkal bahaya radikalisme dan paham yang menyimpang di kalangan masyarakat dan keluarga; Mengadakan kegiatan pembinaan pada komunitas muda; Membentuk jaringan di antara anak-anak muda yang sadar akan pentingnya nilai-nilai toleransi dan moderasi Islam. Jaringan yang akan terbangun berasal dari: Remaja Masjid, Rohis, Pesantren, Aktivis Media Sosial, Blogger, maupun organisasi kepemudaan Islam. Membentuk komunitas maya (di internet) yang diikuti semua peserta program dan bisa diakses publik. Menerbitkan sebuah buku modul tentang program penanaman nilai-nilai toleransi di kalangan anak-anak muda.
KegiatanPembinaan Paham Keagamaan bagi generasi muda se-Provinsi Banten ini berlangsung selama tiga hari (11-13April 2018) dan diikuti 50 orang peserta yang terdiri Penyelenggara Syariah Penyuluh Agama Islam, Osis/Rohis Sekolah (SMA/MAN), Remaja Masjid dan Organisasi Kepemudaan Islam serta Pejabat Kepala Kantor Kementerian Agama Kota/Kabupaten dan pejabat kantor wilayah Kementerian Agama se-Provinsi Banten bertempat di di Hotel Horison Ultima Ratu, Serang Banten.
Penulis: Jamal Marky
Editor: Syafaat
Foto: Bimas Islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



