Jakarta, Bimas Islam -- Dentuman kaki para penggiat zakat dan wakaf terdengar saat memasuki ruang Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama untuk mengikuti Peluncuran Buku Filantropi Islam untuk Indonesia.
Sebanyak 250 penggiat itu duduk dengan khidmat. Di depan, pemancar cahaya layar diode menghias ruangan. Sementara di podium, seorang pria gemar berpantun bertutur, “terhitung, mulai 1 Agustus, saya tidak lagi berstatus PNS. Walaupun masa pensiun sudah mendekati, tetapi saya akan tetap melek terhadap zakat dan wakaf,” ucapnya di Jakarta, Minggu (30/7/2023).
Tarmizi Tohor, kini telah pensiun dari jabatannya sebagai Pejabat Struktural Eselon II, genap di usia 60 tahun.
Jelang masa purna tugas, Tarmizi menyelesaikan karya monumentalnya berjudul ‘Filantropi Islam untuk Indonesia’. Di dalamnya, tertuang esai-esai kebijakan publik bidang zakat dan wakaf.
Sederet kebijakan yang mendorong tumbuhnya filantropi Islam termuat dalam buku itu. Buku tersebut terbagi menjadi enam bagian, yaitu membaca dinamika filantropi Islam di Indonesia, penguatan kelembagaan zakat dan wakaf, kemitraan strategis pengembangan zakat dan wakaf, transparansi dan akuntabilitas tata kelola zakat dan wakaf, strategi pengamanan aset wakaf, dan menimbang masa depan filantropi Islam.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin memuji Tarmizi Tohor. Menurut Dirjen, Tarmizi merupakan sosok yang sangat inspiratif sebagai tokoh penggiat zakat dan wakaf di negeri ini.
“Kehadiran Tarmizi Tohor memberi warna yang unik. Beliau sangat menghibur, kadang tampak tak serius, tapi eksekusi kegiatannya bagus,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Akreditasi dan Audit Lembaga Zakat, Muhibuddin mengatakan, Tarmizi Tohor telah berperan dalam optimalisasi pengelolaan zakat dan wakaf untuk kesejahteraan umat.
“Sosok beliau ini humble, tidak pernah marah dan mempersulit, serta sangat support kepada seluruh SDM di Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Beliau sangat berkontribusi dalam pengelolaan zakat dan wakaf di negeri ini. Untuk itu, karyanya yang berjudul ‘Filantropi Islam untuk Indonesia’ membangkitkan semangat kami terus berjuang untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia,” terangnya kepada Tim Humas Bimas Islam di Jakarta, Rabu (2/8/2023).
Wcp/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



