Kendari, Bimas Islam -- Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Zainal Mustamin mengungkapkan, derajat takwa disematkan pada orang yang melaksanakan perintah kebajikan dari Allah, di antaranya melalui ibadah puasa.
Hal itu disampaikannya saat mengisi tausiah dalam acara Zikir dan Doa Bersama Pekan ke-76 yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara (Sultra). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Amal Bakti Kanwil Kemenag Sultra secara daring dan luring, Selasa (28/3/2023).
Menurut Zainal, orang yang berpuasa dengan keimanan akan memperoleh gelar takwa. Dan orang yang bertakwa, imbuhnya, lebih dekat dengan keridaan Allah.
"Orang yang berpuasa secara benar dan dilandasi keimanan 'Imanan Wahtisaban', serta selalu introspeksi diri dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya, akan memperoleh kepribadian takwa. Orang yang bertakwa itu, akan lebih dekat menuju rida Allah SWT. Setiap tujuan ibadah manusia adalah mendekatkan diri kepada Allah," ungkapnya.
Pria yang juga merupakan Plt Kakanwil Kemenag Sultra itu menjelaskan, takwa adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Karenanya, orang yang bertakwa telah mencapai tingkat kesadaran tertinggi dalam kepribadian, sikap, dan perilaku.
Selain itu, imbuh Zainal, orang yang bertakwa memiliki integritas dalam kehidupannya, yang akan berdampak pada kehidupan masyarakat sekitarnya.
“Mereka yang mencapai level kesadaran personal yang tinggi akan berdampak pada perilaku sosial kehidupan di tengah masyarakat. Maka melalui puasa, Allah SWT memiliki misi agar hamba-hamba-Nya menjadi orang-orang yang sadar, yaitu orang-orang yang bertakwa kepada-Nya,” jelasnya.
Zikir dan Doa Bersama diikuti Kabag Tata Usaha, Muhamad Saleh, segenap pejabat administrator dan ASN, Ketua dan Pengurus DWP Kanwil Kemenag Sultra, 17 Kemenag Kab/Kota se Sultra, KUA, Penyuluh, Madrasah, Guru PAI, dan Pondok Pesantren se-Sultra secara Daring.
Ba/Mr



