Jakarta, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam non-PNS Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan Faturrahman mengatakan, profesi yang ditekuninya sebagai sopir ambulans tidak pernah ada rentang jam kerjanya, kapan pun jika ada yang membutuhkan, ia akan siaga membantu masyarakat.
“Meskipun pukul dua dini hari, jika ada yang membutuhkan untuk diantar ke rumah sakit insyaalah saya akan tetap membantu. Selagi saya masih sehat 24 jam saya siap siaga membantu masyarakat, entah itu mengantarkan pasien ke RS, atau mengantarkan jenazah ke pemakaman,” kata Faturrahman kepada bimasislam di Jakarta, Rabu (4/8).
Menurut Faturrahman, apalagi di masa pandemi Covid-19, setiap harinya ia mengalami kesulitan mendapatkan rumah sakit yang kosong untuk perawatan pasien yang dibawanya. Bahkan, tingginya angka kematian Covid-19 di Jakarta dirasakan langsung olehnya karena banyaknya jenazah Covid-19 yang diantarnya.
“Terkadang ambulans juga harus antre menuju tempat pemakaman umum (TPU), salah satunya terjadi di TPU Rorotan. Dan hari ini juga terjadi antrean panjang karena hujan deras,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kota Jakarta Selatan itu.
Sudah 10 tahun Faturrahman menekuni profesi sebagai sopir ambulans, namun menurutnya, meski dengan risiko yang tinggi tertular Covid-19, dirinya tetap merasa senang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Sebagai Penyuluh Agama Islam, saya ingin terjun langsung membantu masyarakat. Selain profesi ini adalah panggilan hati, saya juga ingin belajar dari setiap kejadian yang saya lihat setiap harinya dapat mengingatkan saya akan kematian,” tandasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



