Majalengka, Bimas Islam – Telaah Buku dan naskah keagamaan dilakukan untuk menjaga kualitas mutu, kelayakan, dan menyesuaikan tema dengan kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar), Adib dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Telaah Buku/Naskah Keagamaan Islam di Majalengka, Sabtu (15/7/2023).
“Telaah buku dan naskah keagamaan penting untuk dilakukan. Kita ingin menyajikan buku dan naskah ke masyarakat sesuai dengan kebutuhan mereka. Upaya ini juga dilakukan untuk menjaga kualitas mutu serta kelayakan buku dan naskah keagamaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Adib menyampaikan, buku dan naskah keagamaan mesti memuat pesan-pesan mencerahkan.
“Buku dan naskah keagamaan semestinya memberi pesan-pesan yang menyejukkan, damai, toleran, dan moderat. Upaya ini kita terus lakukan agar menjadi panduan yang mencerahkan bagi masyarakat,” ucapnya.
Adib berharap, seluruh peserta dalam kegiatan FGD bisa memanfaatkan momen untuk menyortir buku dan naskah keagamaan secara maksimal.
“Saya meyakini, seluruh peserta yang hadir merupakan pakar yang dipilih Allah untuk melaksanakan tugas penting ini, agar kualitas mutu buku keagamaan bisa terjaga,” pungkasnya.
Wcp/Mr



