Bogor, Bimas Islam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menyelenggarakan Pertemuan Kader Hisab Rukyat Tingkat Nasional di Provinsi Jawa Barat. Kegiatan yang mengangkat tema “Peningkatan Kualitas Sumber daya Manusia dan Penguatan Kompetensi Hisab Rukyat di Indonesia” ini bertempat di Hotel Horison Ultima Bhuvana, Ciawi Bogor, Rabu (11/12).
Dalam pemaparannya di sessi pertama Plh. Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Tarmizi menyampaikan tentang urgensi Hisab Rukyat sebagai bidang keilmuan yang mendasari inti waktu peribadatan bagi umat Islam.
Karenanya, Tarmizi menekankan bahwa segala upaya Ditjen Bimas Islam dalam mendorong terjaganya kaderisasi penerus di bidang kepakaran hisab rukyat adalah bagian dari wujud layanan keagamaan terpenting bagi umat.
“Peningkatan maupun penguatan Sumber Daya Manusia di Bidang Hisab Rukyat adalah bagian terpenting yang menjadi salah satu tusi dari layanan keagamaan yang ada di Kementerian Agama, bahkan boleh dibilang keilmuan ini menjadi inti dari agama itu sendiri, karena memang menyentuh dan menentukan ibadah-ibadah pokok mulai dari shalat, puasa bahkan haji” ungkap Tarmizi.
Tarmizi mengingatkan bahwa tak sembarang orang dapat menguasai ilmu dan keahlian di bidang yang bersinggungan dengan wilayah falak atau astronomi ini. Artinya menurut Tarmizi, jika tidak disiapkan pola kaderisasi dan peningkatan kompetensi bagi tenaga praktisinya akan berpengaruh besar bagi kualitas maupun kuantitas kepakaran hisab rukyat di masa mendatang.
Penjelasan Tarmizi terkait urgensi Hisab Rukyat dan kedudukan intinya di wilayah agama, turut sejalan dengan catatan laporan kepanitian yang disampaikan Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Nurkhazin, bahwa perkaderan Hisab Rukyat berorientasi pada usaha untuk memenuhi kebutuhan peribadatan umat Islam secara lebih luas.
“Program ini sejatinya ditujukan sebagai upaya Ditjen Bimas Islam dalam mendorong peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi sumber daya manusia baik dalam melakukan perhitungan penentuan awal bulan qamariyah, waktu shalat, arah kiblat dan gerhana, dan semoga hal ini senantiasa dapat menjaga kesempurnaan peribadatan serta memperkuat tali persaudaran di lingkungan umat Islam di Indonesia,” jelas Khazin.
Kegiatan yang merupakan bagian dari tindak lanjut pelaksanaan Bimbingan Teknis yang selama tahun 2019 telah dilaksanakan di 34 provinsi ini, menghadirkan beberapa narasumber ahli, seperti Plh. Dirjen Bimas Islam Tarmizi, Kepala Planetarium Cecep Nurwendaya, Pakar Astronomi Boscha Muhammad Yusuf, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Nurkhazin dan Kasi Hisab Rukyat Ditjen Bimas Islam Ismail Fahmi.
Hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini (11-13/12), 50 orang peserta, terdiri atas Praktisi Rukyat Kanwil Kementerian Agama 34 Provinsi yang merupakan unsur dari Penyelenggara Syariah dan Pelaksana, Praktisi Lembaga Falakiyah dan Hisab Rukyat Ormas Islam, Akademisi Hisab Rukyat dari berbagai perguruan tinggi, dan beberapa pejabat dan pelaksana di lingkungan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.
Penulis: Syafaat
Editor: Syafaat
Foto: Bimas Islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



