Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama melalui Direktorat Penerangan Agama Islam menggelar kegiatan Temu Konsultasi Seniman dan Budayawan Nusantara bertajuk 'Saleh Beragama, Saleh Berbudaya' di Jakarta, Kamis hingga Sabtu (20-22/7/2023). Acara itu dibuka secara langsung oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuki melalui pemukulan gong secara simbolis.
Wamenag dalam sambutannya mengatakan, seni dan budaya merupakan inspirasi untuk merangkul kemanusiaan.
"Seni dan budaya bukan sekadar dekorasi dalam jalinan masyarakat kita. Mereka adalah inti dari identitas kita sebagai bangsa. Mereka menghubungkan kita dengan para leluhur, dan menginspirasi kita untuk merangkul kemanusiaan," ujarnya membacakan sambutan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (20/7).
Ia mengungkapkan, agama dan budaya merupakan dua hal yang saling memengaruhi. Islam, menurutnya, memiliki nilai universal, dan budaya juga mencerminkan nilai-nilai moral, etika, serta identitas suatu bangsa.
"Karena itu, corak kekhasan Islam di Indonesia menunjukkan pola yang tidak bisa dipisahkan dengan budaya," terang Wamenag.
Senada dengan itu, Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, seni dan budaya merupakan ekosistem penting dalam berbangsa dan bernegara.
"Kadang-kadang kita tidak terlalu merasakan peran seni dan budaya, padahal sesungguhnya seni dan budaya memiliki makna dan peran yang sangat mendasar. Seni adalah sesuatu yang universal, dan bisa dipahami serta dinikmati oleh kita semua tanpa mengenal latar belakang," ungkapnya.
Budaya, imbuh Dirjen, tidak bisa dipisahkan dari agama, dan budaya dibutuhkan sebagai sarana dalam praktik beragama. "Apalagi kalau kita melihat sunah Rasulullah. Sunah Nabi adalah refleksi dan interaksi Nabi dengan realitas di mana beliau hidup. Jadi, sunah Nabi sesungguhnya juga tidak lepas dari budaya," tutur Dirjen.
Sementara Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Temu Konsultasi Seniman dan Budayawan Nusantara itu diharapkan melahirkan kerja sama yang semakin kuat antara pemerintah, seniman, dan budayawan Indonesia.
"Ditjen Bimas Islam melalui Direktorat Penerangan Islam berkomitmen untuk terus mempromosikan dan mendukung pengembangan seni budaya dan tradisi Islam di Indonesia, sebagai bagian dari upaya melestarikan dan memperkaya budaya Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai agama," pungkasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri penyair kenamaan Zawawi Imron, Ketua Lesbumi PBNU Jadul Maula, dan sejumlah seniman serta budayawan se-Indonesia.
Mr



