Pasaman Barat, Bimas Islam --- Dirketur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib menemui 54 pengurus masjid dan musala terdampak gempa di Pasaman dan Pasaman Barat di Kantor Kemenag Pasaman Barat, Kamis (14/4). Adib mengatakan, Kemenag fokus mengembalikan fungsi masjid melalui bantuan rehabilitasi.
“Bantuan yang kita salurkan sebesar 1,95 miliar rupiah merupakan stimulus untuk merehabilitasi masjid dan musala terdampak. Fokus kita adalah mengembalikan fungsi masjid yaitu sebagai tempat ibadah yang layak, minimal masing-masing masjid dan musala bisa berdiri, ada dinding dan atap,” kata Adib.
Menurut Adib, merehabilitasi masjid dan musala serta mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah yang layak perlu diupayakan. Untuk itu, kata dia, Kemenag berharap bantuan itu dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
“Memang bantuannya tidak besar, tapi bantuan itu menunjukkan betapa Pemerintah melalui Kemenag sangat peduli terhadap para korban. Apalagi ketika kabar gempa sampai ke Jakarta, Gus Men langsung meminta kami untuk meninjau ke lokasi,” katanya.
Selain bertemu 54 pengurus masjid dan musala, Adib ditemani Kabid Urais Kanwil Kemenag Sumbar Edison, Kepala Kankemenag Pasaman Barat Muhammad Nur, Kasubdit Kemasjidan Ahmad Zahroni, dan Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Akmal Salim Ruhana mengunjungi Masjid Raya Kajai Pasaman Barat.
“Kita memang tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan, paling tidak bantuan tersebut memberikan stimulus bagi jemaah untuk bersama-sama membangun masjid dan musala ini. Paling tidak fungsi dari masjid atau musala itu bisa kembali, bisa digunakan untuk ibadah. Mudah-mudahan bisa secara bertahap bisa kembali seperti semula,” katanya.
Adib kembali menegaskan, bantuan dari Kemenag harus betul-betul dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan masjid dan musala. Sebab, kata dia, Kemenag akan terus mengawal bantuan tersebut sesuai yang diajukan.
“Kita akan terus monitoring melalui Kemenag setempat. Kita juga meminta petugas-petugas kita di KUA untuk terus memantau proses pembangunan masjid dan musala di masing-masing kecamatan, supaya dalam perjalannya bisa sesuai dengan yang kita semua harapkan,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



