Jakarta, Bimas Islam— Tenaga Ahli Menteri Agama, Hasanuddin Ali, mengatakan, Indonesia telah menjadi kiblat dunia dalam hal moderasi dan toleransi beragama. Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam menjaga persatuan melalui moderasi dan toleransi beragama menjadi inspirasi bagi banyak negara.
Hasanuddin mengungkapkan, dua tahun lalu, pemerintah Uni Emirat Arab mengundangnya untuk bertemu dengan para menteri dan ulama Timur Tengah. Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan konsep moderasi beragama yang diterapkan di Indonesia, yang kemudian menjadi contoh bagi negara-negara lain.
"Mereka ingin belajar bagaimana Indonesia yang sangat luas dan beragam bisa tetap menjadi satu kesatuan bangsa," ujar Hasanuddin dalam acara Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Jakarta, Kamis (29/8/2024).
Hasanuddin menyebut, negara-negara seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi kini menghadapi tantangan keragaman populasi yang mirip dengan Indonesia. Oleh karena itu, mereka tertarik mempelajari praktik-praktik toleransi yang telah berhasil diterapkan di Indonesia.
"Uni Emirat Arab bahkan memiliki Menteri Toleransi dan Kehidupan Bersama, dan pada tahun 2019, mereka merayakan Tahun Toleransi. Arab Saudi juga menekankan pentingnya nilai-nilai moderasi dan toleransi dalam Visi Arab Saudi 2030," tambahnya.
Hasanuddin menilai, saat negara-negara seperti Inggris, India, dan Myanmar mengalami peningkatan konflik keagamaan dan etnis, Indonesia mampu mempertahankan harmoni dalam keberagaman. "Lewat dua contoh itu, saya menganggap bahwa Indonesia menjadi kiblat tentang toleransi dan moderasi," tegasnya.
Fn/Mr



