Tangerang, Bimas Islam --- Tenaga Ahli Menteri Agama Hasanuddin Ali mengatakan, ada tiga pendekatan yang bisa dilakukan dalam penanganan konflik paham keagamaan Islam di Indonesia.
Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber pada acara Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Penyusunan Buku Konflik Paham Keagamaan Islam dan Penanganannya di Indonesia, yang digelar Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama di Hotel Horison Grand Serpong, Tangerang, Kamis (15/4).
“Pendekatan yang pertama ialah perlunya pendekatan keagamaan. Kita melihat semangat keagamaan yang tinggi dari umat Islam, terutama dari kalangan muda, harus mendapatkan referensi keagamaan yang tepat, tokoh-tokoh agama yang moderat harus aktif masuk ke semua saluran informasi dan komunikasi baik online maupun offline,” ujarnya.
Pendekatan yang kedua, Hasanuddin mengatakan, yaitu pendekatan kebudayaan, dengan menghadirkan kembali kebudayaan Indonesia ditengah-tengah masyarakat, dan kampanye budaya Islam Indonesia harus digiatkan kembali.
“Dan yang ketiga adalah pendekatan keamanan, tapi pendekatan keamanan ini hanya bisa dilakukan kepada mereka yang sudah diduga kuat akan menjadi pelaku aksi kekerasan,” ungkap Hasanuddin Ali, yang juga Ceo Alvara Research Center.
Menurut Hasanuddin, ketiga pendekatan tersebut perlu dimasukkan ke dalam rancangan buku yang diharapkan dapat menjadi pedoman dan panduan serta arah kebijakan, dalam penanganan konflik paham keagamaan dan sosial di Indonesia.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



