Jakarta, bimasislam --- Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, di bawah koordinasi Subdit Kepustakaan Islam Direktorat Urais Binsyar menerbitkan buku Fikih Ibadah Braille yang khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas netra di Indonesia. Dalam sambutannya mewakili Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Direktur Urais Binsyar Agus Salim sekilas mengulas 4 bab pembahasan yang menjadi isi buku, diantaranya tentang pengetahuan fikih shalat seperti wudhu, tayammum, tata cara dan bacaan shalat, hingga yang terkait dengan fikih puasa, zakat, haji dan umrah.
“Buku Braille yang berisi tentang praktek ubudiyah fiqhiyyah ini, sedianya diterbitkan Ditjen Bimas Islam sebagai wujud kehadiran negara dalam upaya memenuhi hak pengetahuan keagamaan masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas netra yang jumlahnya di Indonesia saat ini tidaklah sedikit, ungkap Agus.
Ditambahkan Agus, bahwa sebelum dialih-aksarakan ke huruf braille, buku fikih ibadah ini terlebih dahulu disusun oleh tim pakar Kepustakaan Islam Kemenag, bekerja sama dengan ahli fikih disabilitas ormas Islam, akademisi maupun para penyandang disabilitas netra lainnya. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Wilayah IV Itjen Kemenag ini, menyambut gembira atas terbitnya karya pustaka Islam di bidang fikih ibadah tersebut, yang menurutnya masih sangat langka keberadaannya seluruh dunia.
“Sebagai wujud nyata program bimbingan dan layanan keagamaan yang telah menjadi tupoksi Bimas Islam, di waktu mendatang kita berikhtiar untuk bekerja lebih inovatif lagi, dengan misalnya menyediakan produk-produk pustaka Islam ke audio visual atau media lainnya,” jelas Agus.
Penyerahan simbolis buku fikih ibadah braille dari Direktur Urais Binsyar kepada perwakilan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Yogi Matsoni ini, disaksikan pula oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher dan Kasubdit Kepustakaan Islam Kusmindar.
Launching Buku Fikih Ibadah Braille dilaksanakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta, rabu (27/2) dan menjadi agenda pembuka pada kegiatan tiga hari Temu Konsultasi Kepustakaan, yang kepesertaannya dihadiri pula oleh 86 orang, terdiri dari 34 perwakilan pustakawan Masjid Raya, 34 PIC Kepustakaan Kanwil Kemenag, Pustakawan Ormas Islam dan staf di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
Penulis : Syafaat
Editor : Syafaat
Foto : Bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



