Jakarta, Bimas Islam -- Naskah khotbah mampu memperkuat moderasi beragama. Hal itu akan tercermin dari sikap masyarakat yang toleran dan menghargai perbedaan.
Demikian disampaikan Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam, Abdullah Alkholis saat dihubungi wartawan Bimas Islam pada kegiatan Focus Group Discussion Bidang Kepustakaan Islam di Jakarta, Selasa (4/7/2023).
“Nilai moderasi yang tertuang pada naskah khotbah semakin kuat dan berdampak positif dalam menjaga keberagaman. Dampak positif ini akan tercermin ketika masyarakat mampu menghargai perbedaan, bersikap toleran, dan berupaya merawat kebersamaan dalam keberagaman,” ujarnya.
Alkholis memastikan naskah khotbah yang disebar sudah sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Agama.
“Kami telah menggelar berbagai kegiatan untuk meningkatkan literasi keagamaan di masyarakat, termasuk penulisan naskah khotbah. Naskah khotbah ini ditulis oleh para penulis berkompeten yang telah diseleksi oleh Kementerian Agama. Sehingga dipastikan sesuai standar yang ditetapkan,” ulasnya.
“Naskah khotbah sudah terkumpul hampir sebanyak 400. Secara bertahap, Tim Elipski (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) akan menyiapkan naskah khotbah tersebut tiap Selasa untuk dimuat ke aplikasi Pusaka pada hari Rabu. Ini berlangsung setiap pekan dan bisa diakses para khatib serta masyarakat,” tambah Alkholis.
Diketahui, Direktorat Urusan Agama Islam (Dit Urais) Kemenag, melalui Subdirektorat Kepustakaan Islam bekerja sama dengan Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) tentang Peningkatan Literasi Khazanah Keagamaan ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kemenag dan LTM PBNU pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Bidang Kepustakaan Islam.
Wcp/Mr
Fotografer: Shandry F. Nanere
Fotografer: Shandry F. Nanere



