Jakarta, Bimas Islam -- Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama menerima kunjungan akademik dari 248 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Rombongan mahasiswa yang hadir berasal dari dua program studi, yaitu Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Ilmu Falak. Dalam pertemuan ini, Kementerian Agama memperkenalkan struktur kelembagaan dan program-program strategis yang dijalankan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah di bawah Ditjen Bimas Islam.
Ia memaparkan, Kementerian Agama memiliki Subdirektorat Kemasjidan dengan sejumlah program unggulan, di antaranya Masjid Ramah dan Masjid Berdaya Berdampak (Madada). “Program ini bertujuan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan yang inklusif dan produktif bagi masyarakat,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat.
Selain itu, terdapat Subdirektorat Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Keagamaan yang menjalankan program Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK). Program ini dirancang untuk membekali penyuluh dan penghulu agar mampu merespons dan menangani konflik keagamaan di masyarakat.
Ia juga memperkenalkan Subdirektorat Kepustakaan Islam yang memiliki layanan Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (Elipski). Layanan ini menyediakan akses literatur keagamaan secara digital untuk mendukung penguatan literasi keagamaan masyarakat.
Arsad memberi perhatian khusus kepada mahasiswa prodi Hukum Keluarga Islam. Ia mengingatkan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam merespons isu-isu keagamaan yang marak di media sosial. Salah satu isu yang disorot adalah fenomena grup Facebook yang membahas fantasi sedarah, yang belakangan viral dan telah ditindak oleh pihak kepolisian.
“Mahasiswa HKI harus mampu menjelaskan secara tuntas dari perspektif hukum Islam. Ini penting agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam pemahaman yang salah. Kalian bisa menjadi pendidik sebaya,” tegasnya.
Bagi mahasiswa prodi Ilmu Falak, Arsad memperkenalkan program dari Subdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah. Salah satu program yang disebutnya adalah Catch the Moon, yang bertujuan mengenalkan ilmu falak kepada generasi muda secara lebih menyenangkan dan aplikatif. Ia mengajak mahasiswa untuk terlibat dalam program tersebut untuk memperluas wawasan dan pengalaman lapangan, sekaligus membangun koneksi profesional dengan praktisi dan pakar falak nasional.
Kegiatan kunjungan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Para mahasiswa antusias menggali informasi lebih lanjut mengenai program-program yang ditawarkan Ditjen Bimas Islam. Kunjungan ini menjadi bagian dari sinergi antara perguruan tinggi keagamaan dan pemerintah dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan berintegritas.
Wcp/Mr



