Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam (Dirpenais) Ahmad Zayadi menerima kunjungan perwakilan International Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD) Peter Prove. Dalam kesempatan itu, keduanya membahas kerukunan hingga peran zakat, infak, sedekah (ZIS) untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Zayadi mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan keragaman tinggi. Meski demikian, kata dia, Indonesia mampu merekatkan kerukunan di tengah keragaman melalui konsep moderasi beragama.
"Indonesia dengan keragamannya yang sangat luar biasa bisa memberikan kontribusi tidak hanya dalam taraf regional-kawasan, tetapi juga dalam taraf internasional," jelas Zayadi di ruangan kerjanya, Kantor Kementerian Agama RI, Jln. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (6/12).
Menurut Zayadi, sudah waktunya Indonesia menyebarkan ke dunia internasional terkait pengalaman baik dalam mengelola dinamika kehidupan keagamaan dalam konteks lokal. Dia menegaskan, Indonesia memiliki banyak pengalaman yang bisa ditularkan kepada dunia.
"Saya kira sudah saatnya pengalaman yang kita miliki terkait dinamika kehidupan keagamaan bisa ditularkan kepada dunia. Indonesia ini merupakan salah satu negara dengan artikulasi keagamaannya yang sangat moderat," katanya.
Selain membahas kerukunan, keduanya juga sempat menyinggung aspek filantropi Islam, dalam bentuk zakat, infak, sedekah (ZIS) yang diajarkan dalam agama Islam. Zayadi menjelaskan, ZIS memiliki peranan penting dalam upaya pembangunan berkelanjutan.
"Melalui ZIS, tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan umat Islam saja, tetapi juga untuk kepentingan kemanusiaan. Bahkan, Indonesia secara berturut-turut menempati urutan pertama sebagai negara paling dermawan di dunia," kata Zayadi.
Turut mendampingi Dirpenais, Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi bersama Kasubdit Kemasjidan yang juga Sekretaris Pokja Moderasi Beragama Ditjen Bimas Islam, Akmal Salim Ruhana.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



