Bantul, Bimas Islam --- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sewon, Bantul, Yogyakarta, Asrori membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pusaka Sakinah, sebagai salah satu terobosan mencegah meningkatnya perkawinan anak di Indonesia.
Baca juga: Tekan Perceraian, Kemenag Perkuat Program Bimwin dan Pusaka Sakinah
“Personil satgas ini kita bentuk dari penyuluh agama, tugas mereka adalah menyosialisasikan terkait aturan UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, di mana batas usia nikah adalah 19 tahun,” ujar Asrori saat ditemui bimasislam di KUA Sewon, Bantul, Yogyakarta, Ahad (30/5).
Selain aturan tersebut, menurut Asrori KUA Sewon akan terus memasifkan bimbingan dan sosialisasi melalui berbagai program kegiatan terkait perkawinan anak akan menyebabkan kondisi sulit bagi anak, baik putusnya pendidikan, kerentanan kesehatan reproduksi, kerentanan kehidupan keluarga, hingga berdampak pada stunting dan kemiskinan yang berkelanjutan.
“Dan kami juga berkomitmen untuk lebih memperketat dispensasi perkawinan untuk menutup peluang terjadinya perkawinan anak,” papar Asrori.
Untuk mencegah terjadinya perkawinan anak, menurut Asrori juga diperlukan kerja sama oleh para orang tua, ketika tidak mendapat dispensasi maka jangan sampai memilih jalur pernikahan siri.
“Perkawinan anak ini sebetulnya sangat rentan terhadap keluarga yang tidak harmonis yang akhirnya akan terjadi perceraian, itulah sebabnya angka perceraian di Indonesia masih sangat tinggi. Oleh karena itu dengan terbentuknya satgas ini, harapannya benar-benar efektif bisa menyasar ke berbagai lintas komunitas, sekolah-sekolah, dan lainnya,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



