Gorontalo, bimasislam --- Pelaksanaan malam pasang lampu atau tumbilotohe di kabupaten gorontalo kemarin (11/06) resmi dimulai. Berbeda dari tahun sebelumnya, pelaksanaan tradisi tahunan tersebut tahun ini lebih meriah dan semarak. Selain karena pelaksanaan tersebar di 19 kecamatan, tetapi hadirnya juga Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin beserta Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Kudrat Dukalang.
Pemasangan lampu pertama dilakukan langsung oleh Dirjen Bimas Islam bersama-sama dengan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Sekda Gorontalo Hadijah U Tayeb, Ketua TP PKK Fory Naway, Anggota DPR RI Fadel Mohamad dan Hana Hasanah Fadel Mohamad, beserta jajaran Pimpinan OPD Kabupaten Gorontalo di Rudis Bupati Gorontalo.
Dirjen Bimas Islam mengaku sangat bergembira dapat menyaksikan langsung Tumbilotohe.
“Tradisi Tumbilotohe ini cukup menarik perhatian. Pasalnya, hanya di Gorontalo saja ada tradisi seperti ini. Bahkan, saya pun merasa rindu dengan suasana ini, karena saya pernah menjabat sebagai Rektor di IAIN Gorontalo, dan mengikuti kegiatan seperti ini”, ujarnya.
“Pelaksanaan Tumbilotohe di Kabupaten terasa semarak dan berbeda, karena adat dan budayanya terus dijaga”, tambah mantan Rektor IAIN Gorontalo ini.
Disamping itu, Dirjen juga meminta pemerintah Kabupaten Gorontalo agar membuatkan administrasi kepada Kementerian Pariwisata, sehingga tradisi Tumbilotohe bisa dimasukkan menjadi spot wisata religi tingkat Nasional.
“Karena ini satu-satunya tradisi religi di Indonesia”, ungkap Dirjen.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menjelaskan bahwa Tumbilotohe kali ini ditempatkan di beberapa lokasi. Diantaranya, untuk pusat Tumbilotohe dipusatkan di desa Talumelito, sedangkan untuk yang lain dipusatkan di Pentadio Resort dan Taman Menara Limboto.
“Khusus untuk di desa Talumelito, kita lebih condong pada tradisi zaman dahulu kala. Dimana, dari tanaman sampai penggunaan lampu Tumbilotohe kita gunakan padamala atau lampu botol yang masih menggunakan bahan bakar minyak kelapa”, jelas Nelson.
Untuk lampu listrik, Bupati menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak akan melarang penggunaan lampu listrik. Tetapi tidak meninggalkan tradisi Tumbilotohe itu sendiri.
“Kita akan padukan dua hal ini agar tidak ketinggalan zaman dan kita tidak pula meninggalkan adat budaya kita”, tambahnya.
Penulis : syamsudin
Editor : nhkurniawan
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



