Majalengka, Bimas Islam --- Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia tidak menyurutkan pengabdian Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag). Para penyuluh yang berjumlah 50.000 ini terus mengabdi bahkan di tengah pandemi.
"Sejak awal pandemi, saya datang ke pemakaman dengan memakai alat pelindung diri (APD). Masyarakat yang keluarganya meninggal dunia karena terpapar Covid-19 meminta saya untuk mengiringi jenazah sampai ke pemakaman," ungkap Penyuluh Agama Islam Majalengka, Umar, kepada bimasislam, Senin (5/4/21).
Banyak masyarakat bertanya soal pelaksanaan pengurusan jenazah. Umar yang kerap dirujuk oleh masyarakat ini dengan sabar menjelaskan kepada siapa pun yang bertanya.
"Masyarakat sering datang ke rumah untuk minta tolong dibacakan doa untuk jenazah. Apalagi mereka tidak boleh mendekat ke jenazah sesuai protokol pemakaman Covid-19 yang berlaku," tambah Umar.
Sebagai Penyuluh Agama Islam, Umar secara rutin menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat terkait Covid-19. Pria lulusan Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung ini mengaku sedih setiap mendoakan jenazah yang meninggal karena terpapar Covid-19.
"Di masa pandemi, saya menjadi anggota bidang keagamaan di Satgas Penanganan Covid-19 Tingkat Kabupaten Majalengka. Pastinya merasa sedih dan iba. Saya merasa terpanggil melakukan kegiatan ini demi melepas jenazah untuk terakhir kali," pungkas Umar.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



