Jakarta, Bimas Islam --- Narasumber Gerakan Pembinaan Penyiaran Islam Masa Kini (Gebyar Imani) Seri 4, Ajeng Dinanti membagikan tiga jurus menjadi penyiar berkarakter. Menurut Ajeng, penyiar berkarakter akan mudah menjalin hubungan emosional dengan pendengar.
"Lakukan dialog untuk mengenal diri. Bisa juga bertanya kepada orang dekat tentang kelebihan dan kekurangan diri," ungkap Ajeng dalam kegiatan yang dilaksanakan daring di Jakarta, Jumat (15/4/22) ini.
Setelah mengetahui karakter, tambah Penyiar Radio Indika FM Jakarta ini, seorang penyiar bisa menjadikan penyiar favorit sebagai rujukan. Kata Ajeng, lakukan pengamatan untuk melakukan duplikasi.
"Amati, tiru, dan modifikasi. Ikuti karakter penyiar yang disuka. Ikuti dan modifikasi sesuai dengan karakter kita," tambahnya.
Ajeng menambahkan, faktor ketiga yang menjadi penentu dalam membentuk karakter penyiar adalah konsistensi. Katanya, butuh waktu bertahun-tahun hingga seorang penyiar dikenal publik dengan karakter unggulnya.
"Latihan dan konsisten. Karakter tidak jadi dalam semalam. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membentuknya," tambahnya.
Dalam acara yang dipandu Moderate Millenial Agent (MMA) Provinsi DKI Jakarta, M Zahir ini, Ajeng juga menyampaikan pentingnya penyiar tetap menjadi dirinya sendiri. "Karakter yang dibuat-buat itu melelahkan. Karena itu bukan diri kita yang sebenarnya," pungkas wanita yang menjadi penyiar sejak 2015 ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



