Medan, Bimas Islam --- Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Asren Nasution mengungkap tiga faktor penyebab capaian prestasi kafilah Sumut pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) maupun Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional.
"Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Sumut memberikan perhatian kepada para kafilah. Dari Pemprov dan Pemkab/Pemkot menyediakan bonus bagi para juara selain pembinaan secara intensif," ungkap Asren saat ditemui di Kota Medan, Rabu (29/12/21).
Bonus yang diberikan kepada para juara, lanjut Asren, terbukti memicu semangat sekaligus menjadi sarana lahirnya kehidupan ekonomi yang lebih baik pada keluarga para juara.
"Kedua, di tiap kabupaten atau kota berdiri banyak pondok pesantren. Tren pondok tahfiz baik yang formal maupun non-formal meningkat drastis, dan di sanalah banyak kader qari/qariah atau hafiz/hafizah berkualitas," tambahnya.
Tak hanya faktor pemerintah, antusiasme masyarakat Sumatera Utara juga menjadi salah satu faktor keberhasilan. Di Sumut, tambah Asren, musabaqah di berbagai tingkat mendapat kedudukan yang tinggi di hati masyarakat.
"Kalau ada MTQ masyarakat bangkit. MTQ tngkat RT, Desa, Kecamatan, sampai Nasional selalu disambut antusias oleh masyarakat. Antusiasme dari masyarakat sangat tinggi sehingga juaranya pun dimuliakan," tambah Asren.
"Adanya dukungan pemerintah, antusiasme masyarakat, dan kemauan anak-anak yang bertemu di satu titik sehingga lahirlah prestasi," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



