Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama memberi penghargaan kepada tiga penyiar muda sebagai Moderate Millennial Agent (MMA) Inspiratif dalam ajang Anugerah Syiar Ramadan 2025. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi mereka dalam menyuarakan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran melalui media penyiaran dan media sosial.
MMA Inspiratif merupakan kategori penghargaan baru yang diberikan atas kerja sama antara Kementerian Agama, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tujuan utamanya adalah mendorong generasi muda tampil sebagai wajah Islam yang damai, terbuka, dan komunikatif.
Tiga penerima penghargaan tersebut adalah Saviera Ajeng dari MMA II Daerah Istimewa Yogyakarta, Selamat Ariga dari MMA I Aceh, dan Lusi Ayudaningsih dari MMA II Jawa Barat. Mereka terpilih berdasarkan penilaian atas profil pribadi, prestasi di dunia penyiaran, keaktifan program, jumlah pengikut media sosial, serta kualitas artikel yang ditulis.
“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap peran anak muda dalam menyampaikan pesan Islam yang ramah. Kami ingin Moderate Millennial Agent Inspiratif menjadi simbol bahwa Islam moderat itu relevan, menarik, dan dapat disampaikan secara kreatif oleh generasi muda,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi, di Jakarta, Sabtu (24/5/2025).
Zayadi menambahkan, kehadiran para agen muda tersebut membawa warna baru dalam strategi dakwah di era digital. “Mereka tidak hanya tampil di ruang penyiaran formal, tetapi juga menjangkau audiens lebih luas melalui media sosial secara segar dan inspiratif,” katanya.
Lebih dari itu, MMA Inspiratif juga berperan sebagai jembatan antar komunitas untuk memperkuat harmoni sosial. Mereka dinilai mampu menjadikan media sebagai alat pemersatu di tengah potensi polarisasi masyarakat.
Salah satu penerima penghargaan, Saviera Ajeng, dikenal sebagai penyiar muda aktif dalam mengangkat tema keberagaman di radio komunitas Yogyakarta. Ia juga mahasiswa, presenter DSN TV, reporter Warta Sardonoharjo, kreator konten, Duta Bahasa DIY, dan Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Kalimasada.
“Banyak hal saya dapatkan selama menjadi agen, mulai dari relasi, pengalaman mendampingi konten dakwah digital, bekerja sama dengan penyuluh, menelisik tradisi budaya dan agama di DIY, hingga terlibat dalam berbagai program Kemenag seperti podcast Inspirasi Kemenag, penyiaran Islam, dan kompetisi film pendek Islami,” ujar Saviera.
Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk seluruh generasi muda. “Rasanya bangga dan haru, masih tidak percaya bisa sampai di titik ini. Ini amanah baru untuk saya. Mohon bimbingan dari para guru, pihak Kemenag, dan semua yang mendukung agar saya bisa terus belajar dan menyampaikan moderasi beragama dengan cara yang ramah bagi generasi milenial,” pungkasnya.
Fn/Mr



