Sukabumi, Bimas Islam -- Tak hanya sebagai sarana edukasi, Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas menjadi destinasi wisata langit yang memanjakan mata.
Hal itu disampaikan salah satu Tim Ahli Dewan Hisab Rukyat (DHR) Sukabumi, Asep Safrudin saat diwawancarai wartawan Bimas Islam di POB Cibeas Kabupaten Sukabumi, Selasa (13/6/2023).
“Perlu diketahui, POB ini masuk dalam kawasan Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu. Makanya, POB Cibeas ini tidak hanya sebagai sarana edukasi, tapi juga menjadi destinasi wisata langit. Saat ini, sudah banyak sekolah, pesantren, kampus, bahkan wisatawan internasional yang telah berkunjung untuk melakukan riset sekaligus menikmati khazanah keindahan POB Cibeas ini,” terangnya.
Asep meyakini, POB bisa menjadi salah satu destinasi wisata langit pertama di dunia.
“UNESCO ketika berkunjung ke POB Cibeas ini, mereka kaget karena POB ini telah menjadi destinasi wisata langit yang belum pernah ada di dunia. Dubai saja meniru kita. Jadi instansi mana saja yang berkunjung ke sini, akan merasa seperti sedang datang ke antariksa, bukan planetarium yang sifatnya visual,” ulasnya.
Asep berharap, seluruh POB yang ada di Indonesia bisa menjadi destinasi wisata langit yang mendunia.
“Saya berharap betul, POB ini menjadi satu khazanah destinasi wisata yang mendunia. Ini adalah sebuah tahapan inovatif yang kami lakukan, POB harus ada di tempat yang tinggi, sehingga mimpi generasi kita juga bisa setinggi langit. Tetapi, tetap kita menyajikan edukasi kepada generasi kita tentang ilmu Falak agar ilmu tersebut tidak hilang dan tetap berlanjut ke generasi kita,” pungkasnya.
Lebih lanjut ditambahkan Asep, POB Cibeas menjadi jembatan penyatuan pendapat antara pemerintah dan Ormas.
“Analisa angka pada perhitungan hilal itu penting. Tidak bisa asal masukkan angka saja, karena akan menimbulkan kegaduhan dan perbedaan pendapat di antara Ormas. Walaupun tetap ada perbedaan pendapat, tetapi tidak terlalu jauh. POB ini bisa menjadi jembatan penyatuan persepsi antara pemerintah dan Ormas,” ujarnya.
Wcp/Mr



