Jakarta, Bimasislam --- Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Mehrad Rakhshandeh, Konselor Kebudayaan pada Kedutaan Besar Republik Islam Iran, di ruang kerjanya, Gedung Kementerian Agama lantai 6, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya perkenalan Rakhshandeh, yang merupakan pejabat baru di Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Rakhshandeh menawarkan jalinan kerjasama yang lebih luas dan erat dengan Pemerintah Indonesia di bidang agama, termasuk bidang seni dan budaya kedua negara. Kerjasama tersebut, katanya, sebagai upaya untuk menjaga hubungan yang sudah terjalin dengan baik antar dua negara selama ini.
Dikatakan Rakhshandeh, saat ini Pemerintah Iran terus berupaya melakukan inovasi-inovasi kerjasama pada bidang Agama. Bahkan pada tahun 2019 mendatang, negara para mullah itu akan menyelenggarakan MTQ Internasional bagi kaum disabilitas, yang juga akan mengundang Pemerintah Indonesia. Ia menambahkan, kontestasi MTQ Internasional Iran dari tahun ke tahun terus membaik dan saat ini sudah menjadi ajang bergengsi seperti MTQ Internasional di negara-negara Muslim lannya.
Selaku Konselor Kebudayaan Iran di Jakarta, Rakhshandeh berharap selama penugasannya di Indonesia hubungan baik yang sudah terjalin di antara kedua negara dapat lebih ditingkatkan, dan mendapat dukungan penuh dari Ditjen Bimas Islam sehingga tugas-tugasnya dapat berjalan dengan baik demi kepentingan kedua negara.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam menyambut baik kunjungan pejabat baru Kedutaan Besar Republik Islam Iran tersebut. Dirjen mengatakan bahwa pihaknya akan memenuhi undangan Pemerintah Iran dalam penyelenggaraan MTQ Internasional, Festival Seni Budaya atau event-event lain yang diselenggarakan oleh Pemerintah Iran seperti yang telah dilakukan Ditjen Bimas Islam selama ini.
Mantan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo itu menjelaskan bahwa Ditjen Bimas Islam mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kerjasama keislaman, khususnya kerjasama dalam penyelenggaraan MTQ Internasional.
Pada perhelatan MTQ Internasional yang digelar Pemerintah Iran sebelumnya, peserta dari Indonesia yang diutus Ditjen Bimas Islam selalu mendapat peringkat yang membanggakan. Sementara itu, imbuh Dirjen, pada MTQ Internasional yang digelar Pemerintah Indonesia pun, Ditjen Bimas Islam selalu melibatkan Dewan Hakim dan peserta dari Iran. Kedua negara bersahabat ini memiliki Sumber Daya Manusia yang cukup banyak dan memiliki keahlian yang menonjol dalam tilawah di kancah MTQ Internasional.
Pada pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Dirjen didampingi oleh Kepala Seksi Pengembangan Musabaqah Alquran dan Alhadits, Sayyid Alwi Fahmi, dan tenaga penerjemah Ditjen Bimas Islam, Udin Saepudin Muhiddin. Pertemuan ditutup dengan pertukaran cinderamata di antara kedua pejabat.
Penulis : sigit kamseno
Editor : sigit kamseno
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



