Bantul, Bimas Islam -- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bantul menggelar Pemberdayaan Ekonomi Umat bagi Mualaf. Kepala Kankemenag Bantul, Ahmad Shidqi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan.
"Para mualaf atau orang yang telah memeluk Islam tidak hanya diberikan pembekalan untuk penguatan akidah, tetapi juga perlu diberikan pelatihan dan pemberdayaan dari segi ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan," ujar Ahmad dalam sambutannya di Aula Gedung MWC NU Piyungan, Bantul, Selasa (8/11).
Ahmad mengungkapkan, pelatihan dan pemberdayaan ekonomi umat bagi mualaf dilakukan oleh penyuluh agama beserta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kankemenag Bantul. Dia menjelaskan, para mualaf akan mendapat bantuan modal usaha dan pendampingan untuk memastikan program tersebut berjalan lancar.
"Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) bersama UPZ Kemenag Bantul saling bekerja sama mendampingi para mualaf untuk bisa meningkatkan kesejahteraan. Kita juga akan memberi bantuan dalam bentuk dana untuk modal usaha sesuai dengan usaha dan keahlian yang dimiliki," jelasnya.
Dalam kegiatan yang bersamaan dengan rapat rutin Pokjaluh Bantul ini, Ahmad berharap, para mualaf yang menerima bantuan menjadi wasilah untuk memperkuat keyakinannya. Dia juga berharap para mualaf tersebut nantinya menjadi muzaki.
Hadir pada Pemberdayaan Ekonomi Umat bagi Mualaf ini antara lain Kasi Bimas Islam Kankemenag Bantul Fariq Nur Rokhim, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Bantul Dhani Budianto, anggota Pokjaluh Bantul, serta 8 mualaf penerima bantuan.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



