Jakarta, Bimas Islam -- Subdit Bina Kepenghuluan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah terus mendorong terciptanya Penghulu berkualitas. Penghulu berkualitas dan berintegritas secara langsung berdampak pada kualitas perkawinan dan ketahanan keluarga.
"Setidaknya ada 5 strategi yang kita laksanakan untuk meningkatkan kualitas Penghulu. Pertama, Bimbingan Teknis (Bimtek) Moderasi Beragama bagi Penghulu yang dilaksanakan di 34 provinsi. Penghulu merupakan pelayan publik, tokoh masyarakat, sekaligus penggerak Moderasi Beragama di wilayahnya masing-masing," ungkap Kasubdit Bina Kepenghuluan, Anwar Sa'adi di Jakarta, Senin (5/9/22).
Kedua, sambung Anwar, Subdit Bina Kepenghuluan juga menghelat Bimtek peningkatan kualitas pencatatan nikah berbasis Moderasi Beragama. "Kita tingkatkan wawasan dan keterampilan dalam memberikan layanan publik yang berkualitas dan berkeadilan," imbuh Anwar.
Peningkatan kualitas Penghulu juga ditempuh melalui penataan regulasi. "Kita juga terus melakukan penataan regulasi Kepenghuluan. Misalnya terkait Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) yang terus kita tingkatkan dan perubahan wilayah tugas bagi Penghulu Ahli Madya dan Ahli Utama yang bisa bertugas di Kankemenag, Kanwil Kemenag, atau Kemenag Pusat," sambung Anwar menjelaskan langkah ketiga.
Penghulu, tambah Doktor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta ini, juga wajib melaksanakan uji kompetensi. Uji kompetensi sebagai langkah ke-4 diwajibkan bagi penghulu yang akan naik jenjang jabatan agar kualitas penghulu terjaga secara selektif.
"Terakhir, Subdit juga melaksanakan Bimtek Kenotariatan. Sebagaimana kita tahu, di KUA ada akta nikah dan wakaf. Penghulu harus memiliki wawasan dan keterampilan kenotariatan," pungkas Anwar.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



