Bireuen, Bimas Islam --- Dalam rangka meningkatkan kualitas kualitas peserta MTQ, Kankemenag Bireuen mengadakan rapat koordinasi bersama Dinas Syari’at Islam (DSI) Kabupaten Bireuen. Acara yang berlangsung Senin (6/6/2022) di aula DSI diikuti oleh perwakilan 17 LPTQ seluruh kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.
Turut hadir Kepala Kankemenag Bireuen, Muhammad Amin dan kasubbag Tata Usaha (TU), Iskandar, serta para kasi di lingkungan Kankemenag Bireuen. Tampak juga kepala DSI, Anwar dan para kasi di jajarannya, dan undangan.
Muhammad Amin saat membuka rapat mengatakan, tujuan digelarnya rapat ini adalah untuk untuk meningkatkan kualitas dan hasil peserta MTQ asal Kabupaten Bireuen pada kancah provinsi yang akan digelar pada 18 – 25 Juni mendatang di Bener Meriah.
“Melalui rapat koordinasi ini, kita berharap dapat membangun proses komunikasi dalam konteks koordinasi, sinkronisasi dan juga evaluasi antara Kemenag, DSI, LPTQ dan LPTQ kecamatan dalam Kabupaten Bireuen,” ungkap Muhammad Amin.
Menurutnya, rapat koordinasi ini dapat dijadikan sarana menyatukan persepsi supaya pelaksaan MTQ mendatang dapat terkoordinasi dengan baik, lancar dan sukses dengan melahirkan para qari dan qari’ah yang siap bersaing dan berlaga.
Pada kesempatan itu, Kepala DSI Bireuen, Anwar menyampaikan laporan kesiapan keberangkatan para kafilah MTQ ke Bener Meriah pada 16 Juni 2022 mendatang. Menurutnya persiapan telah mencapai 99%.
“Terdapat 49 putra/ putri yang telah direkomedasikan oleh DSI Kabupaten Bireuen sebegai peserta yang akan berlomba pada MTQ XXXV tingkat Provinsi Aceh tahun 2022 di Bener Meriah,” paparnya.
Adapun cabang MTQ yang diikursetakan lanjut Anwar di antaranya cabang tartil putra/ putri, tilawah putra/ putri tingkat anak, remaja dan dewasa, murattal remaja dan dewasa putra/ putri, mujawwad remaja. dewasa putra/ putri.
Berikutnya, hifzil satu juz putra/ putri, hifzil lima juz putra/ putri, hifzil 10 juz putra/ putri, hifzil 20 juz putra, cabang perlombaan khatil qur’an naskah, khatil qur’an mushaf, khatil qur’an dekorasi dan khatil qur’an kontenporer.
Selanjutnya, cabang perlombaan tafsir bahasa Indonesia, tafsir bahasa Arab dan tafsir bahasa Inggris, cabang karya tulis ilmiyah al-qur’an (KTIQ), cabang penulisan buku putra/ putri dan cabang syarhil qur’an putra/ putri, jelas Anwar.
Dalam agenda rapat koordinasi tersebut, juga dibahas mengenai mencari gagasan dan langkah baru dalam membina dan memajukan berbagai aspek yang terkait dengan pelaksanaa MTQ.
Nazaruddin selaku salah dewan hakim MTQ Provinsi yang hadir mengharapkan kepada pihak LPTQ kabupaten agar dapat melakukan pembinaan kepada dewan hakim MTQ selain kepada peserta MTQ dalam hal menyamakan persepsi dan standarisasi sistematika pelaksanaan MTQ dan kaderisasi dewan hakim.
Sementara perwakilan LPTQ di sejumlah kecamatan tampak antusias memberikan berbagai masukan. Di antaranya mengharapkan penetapan fungsi dan tugas LPTQ kecamatan sesuai dengan juknis sehingga kinerja LPTQ kecamatan dapat ditingkatkan perannya sebagai pembina peserta MTQ secara kontinyu.
“Untuk meningkatkan kualitas peserta MTQ, yang terpenting adalah harus berjenjang dan berkesinambungan. Memperoleh prestasi yang gemilang tidak didapat secara instan tapi perlu proses dan persiapan jauh-jauh hari, bukan menjelang pelaksaan MTQ,” ungkap salah satu peserta pada rapat.
(kemenagbireuen.com)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



