Surabaya, Bimas Islam --- Sebanyak 69 peserta berpeci hitam, baju warta putih, dan celana bahan hitam tampak serius mengikuti paparan Konsultan Layanan Publik, Herry Prasetyadi. Dalam rangkaian Bimtek Petugas Layanan KUA di Provinsi Jawa Timur ini, Herry yang mengenakan baju batik lengan panjang mengajarkan konsep SMART (Spesific, Measurable, Achivable, Relevant, dan Time-bound).
Herry menjelaskan, petugas KUA hendaknya memiliki tujuan yang spesifik (Spesific). Tujuan spesifik, kata Herry, memudahkan sekaligus membuat langkah kerja lebih terarah.
"Setelah spesifik, tujuan kita harus measurable (bisa diukur). Jika target bisa diukur akan memudahkan dalam mengukur tingkat keberhasilan," ungkap Herry di Hotel Vasa, Kota Surabaya, Kamis (16/6/22).
Target atau tujuan, tambah Herry, juga harus bisa dicapai (Achivable). Dalam menentukan target harus memperhatikan sumber daya yang dimiliki dengan terus melakukan perbaikan.
"Target atau tujuan juga harus sesuai (Relevant). Buatlah target yang sesuai dengan bidang kerja serta seiring dengan target yang ditentukan pimpinan," tambahnya.
Sebagai pamungkas, Herry menegaskan, target atau tujuan memiliki dimensi waktu (Time-bound). Dengan adanya ukuran waktu, pungkas Herry, seseorang akan terpacu dan serius mewujudkan target.
Sebagai informasi, Bimtek Petugas Layanan KUA di Provinsi Jawa Timur diinisiasi Subdit Bina Kelembagaan KUA Ditjen Bimas Islam Kemenag. Hadir sebagai narasumber, Kemenag Pusat, Kemenag Provinsi Jawa Timur, Konsultan Layanan Publik, dan Motivator.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



