Bandung, Bimas Islam --- Subdit Dakwah dan Hari Besar Islam (HBI) Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kegiatan bertema Peta Dakwah Dai dan Daiyah Wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal). Pemetaan dilaksanakan sebagai upaya membuat dakwah lebih terarah dan terukur.
“Sebagai pendakwah, kita harus tau kondisi wilayah 3T seperti apa. Dengan demikian, kita bisa tahu potensi dan pelayanan dakwah yang harus ditingkatkan. Karena itulah kami berharap Provinsi Jawa Barat memiliki peta dakwah,” ujar Kasubdit Dakwah dan HBI Lubenah saat memberikan sambutan pada acara Peta Dakwah Dai dan Daiyah Wilayah 3T di Bandung, Jawa Barat, Senin (30/5/22).
Jabar menjadi provinsi yang sangat strategis untuk memetakan dakwah. Sebab menurutnya, selain secara geografis menjadi penopang Ibu Kota Jakarta, wilayah ini merupakan provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia.
“Ada beberapa desa di Jawa Barat yang tergolong wilayah 3T. Sehingga, diperlukan pemetaan untuk mengetahui bagaimana pelayanan keagamaan di wilayah tertinggal,” katanya.
Lebih lanjut, peta dakwah ini bertujuan untuk menguatkan moderasi beragama bagi para dai, serta mendorong inovasi dakwah di wilayah 3T.
“Kami juga terus berupaya melakukan harmonisasi dakwah di wilayah 3T, dengan mengirimkan dai ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Insyaallah program ini akan terus dilanjutkan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, sejak tahun 2020 pihaknya telah menggulirkan program Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan kompetensi penceramah agama Islam. Program tersebut telah diikuti 7.851 penceramah di seluruh provinsi di Indonesia.
“Kemudian tahun 2022 ini, kami menargetkan 3.600 penceramah agama di seluruh Indonesia mengikuti Bimtek tersebut. Kami juga akan menghadirkan narasumber yang otoritatif di bidang keilmuan masing-masing. Dengan demikian, mereka dapat memberi pencerahan yang memadai kepada peserta,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



