Rembang, Bimas Islam --- Kasi Bimas Islam Kemenag Rembang, Ali Muchyidin mengatakan, Penyuluh Agama Islam (PAI) mempunyai peran penting dalam mewujudkan masyarakat yang berkarakter religi. Karenanya, PAI mesti terus berinovasi dalam memberikan layanan agar tujuan kepenyuluhan tercapai.
Hal itu disampaikan Ali saat membuka rapat koordinasi (Rakor) yang digelar Seksi Bimas Islam Kemenag Rembang bersama PAI Non-PNS yang bertugas di 15 KUA, awal pekan ini. Rakor ini digelar di ruang rapat Kemenag Rembang.
Ali mendorong para penyuluh untuk menyegarkan kembali program kepenyuluhan 2022. Utamanya, kata dia, program dalam bentuk dakwah berbasis digital, penguatan moderasi beragama, dan dukungan terhadap tugas pokok dan fungsi KUA.
“Kami bangga para penyuluh bisa menyukseskan tugas dan fungsi KUA yang intinya memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang keagamaan. Tahun 2022 ini, penyuluh diharapkan kembali berinovasi agar bisa memunculkan ide program baru untuk penyegaran,” ujar Ali di Rembang melalui keterangan tertulis, Rabu (12/1).
“Sebagaimana pada tahun 2021 lalu, maka jangan sampai tahun 2022 ini mengalami kemunduran, harus lebih baik dan maju lagi,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini kegiatan penyuluhan sudah bisa dilakukan dengan tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Namun walaupun sudah tatap muka, edukasi kepada masyarakat dijalankan dengan tetap memperhatikan prokes,” jelasnya.
Ali berharap, dengan penyegaran program kerja kepenyuluhan 2022 ini, PAI diharapkan semakin terasa kehadirannya di masyarakat. “Kalau tahun lalu masyarakat bisa merasakan kehadiran PAI, maka tahun 2022 ini PAI baru mau bergerak saja, masyarakat sudah tahu dan sudah bisa merasakannya,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



