Bogor, Bimas Islam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam terus melakukan inovasi dalam meningkatkan pelayanan publik. Selain dalam bentuk penerbitan regulasi, perbaikan sarana prasarana berbasis IT, Bimas Islam juga belajar kepada lembaga yang selama ini berhasil melakukan transformasi layanan publik dengan sukses.
Dalam Workshop Pembudayaan Pelayanan Prima di hotel Lor-In Sentul, Bogor (11/7), Ditjen Bimas Islam telah menghadirkan Manajer Service PT. KCI (Commuter Line), Ela Herlia. Menurutnya, dalam melakukan transformasi pelayanan prima (best excellent) dari pelayanan yang banyak kekurangan, PT. KCI telah melakukan langkah-langkah strategis.
Langkah paling awal adalah terkait perbaikan kultur pegawai dengan memberikan reward and punishment. "Langkah penting yang kami lakukan dalam transformasi layanan publik adalah dengan memperbaiki kultur kerja pegawai melalui pemberian reward and punishment secara ketat. Pegawai adalah aset dan unsur terpenting perusahaan yang mendapat perhatian. Bagi yang berprestasi akan mendapatkan bonus, promosi jabatan, penghargaan, fasilitas liburan dan lain-lain. Namun bagi pegawai yang melanggar akan ditindak tegas dan bagi tidak/kurang berprestasi dididik melalui Diklat, training, dan lain-lain", ujarnya.
Ela menambahkan, faktor pokok lain yang selama ini diterapkan di PT. KCI adalah keteladanan dari unsur pimpinan perusahaan sehingga menjadi contoh bagi bawahannya.
"Di perusahaan kami, pimpinan menjadi barometer kinerja pegawai melalui keteladanan. Role model dari pimpinan sangat efektif untuk merubah mindset para pegawai dalam disiplin, kecermatan kerja, efektifitas dan kecepatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan lain-lain", jelasnya.
Ela juga memberikan penekanan pentingnya penampilan (performance) para petugas pelayanan publik dengan menarik, ramah, rapi, antusias, dan memiliki jiwa melayani. Aspek-aspek best service menjadi unsur utama yang ditanamkan kepada para karyawan agar menjadi perusahaan yang bonafid.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Ortala, Kepegawaian, dan Hukum Sekretariat Ditjen Bimas Islam ini menghadirkan peserta sebanyak 80 orang sebagai perwakilan dari penghulu, penyuluh, staf KUA di wilayah DKI, dan pelaksana pelayan publik di Bimas Islam. Nara sumber yang mengisi kegiatan tersebut diantaranya dari PT. KCI, Ombusman, Kemenpan RB, Biro Ortala Kemenag, dan internal.
Penulis: Thobib Al-Asyhar
Editor: bimasislam
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



