Jakarta, Bimas Islam --- Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah Ditjen Bimas Islam akan menyelenggarakan kegiatan Temu Konsultasi Kepustakaan Islam yang akan berlangsung selama tiga hari, Senin- Rabu, 8-10 Maret 2021 di Swiss-Belhotel, Kota Bogor, Jawa Barat.
Kepala Subdit Kepustakaan Islam Abdullah Alkholis mengatakan kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan kualitas bimbingan, pelayanan, pemberdayaan dan pengembangan potensi umat Islam di Indonesia.
“Saat ini literasi membaca Indonesia masih tergolong rendah, bahkan sering dikaitkan dengan angka buta huruf di Indonesia yang masih tinggi. Di era teknologi dan informasi yang masif seperti sekarang, ternyata terdapat fakta bahwa jutaan penduduk Indonesia masih ada yang buta huruf,” katanya.
Alkholis mengutip dari data Pusat Data dan Statistik Kemendikbud tahun 2015, angka buta huruf di Indonesia masih tinggi, jumlahnya mencapai 5.984.075 orang. Ia memaparkan, angka tersebar berada di enam provinsi, seperti Jawa Timur 1.258.184 orang, JawaTengah 943.683 orang, Jawa Barat 604.683 orang, Papua 584.441 orang, Sulawesi Selatan 375.221 orang, Nusa Tenggara Barat 315.258 orang.
Sedangkan secara persentase, menurut Alkholis, Papua dan Nusa Tenggara Barat menduduki angka tertinggi. Sedangkan angka persentase buta huruf terendah dipegang oleh DKI Jakarta.
Selain itu, menurut Alkholis, berdasarkan hasil survei Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, menyebutkan 65 persen umat Islam di Indonesia ternyata masih buta aksara Al-Qur’an. 35 persennya hanya bisa membaca Al-Qur’an saja, sedangkan yang membaca dengan benar hanya 20 persen.
“Temu Konsultasi Kepustakaan ini adalah salah satu program Direktorat Urais Binsyar di Tahun 2021, sebagai bentuk ikhtiar untuk merespon problem literasi keislaman, dengan menjalin komunikasi dan konsultasi dengan segenap stakeholder, kita berharap adanya metode-metode khusus dan sumbangsih pemikiran,” paparnya.
Acara yang bertema “Peningkatan Akses Literasi Pustaka Keagamaan Islam Berbasis Moderasi Beragama” diagendakan akan me-launching aplikasi pustaka keagamaan Islam berbasis website yang diberi nama “ELIPSKI”.
(Anty)
(Anty)



