Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengajak para dai untuk menggencarkan edukasi tentang wakaf kepada masyarakat melalui konten dakwah. Menurutnya, hal ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai zakat dan wakaf sebagai ajaran Islam dan solusi masalah sosial.
"Berdasarkan data dari BAZNAS, indeks literasi wakaf di Indonesia hanya berada di angka 50,48 atau berada dalam kategori rendah. Ini menjadi tugas kita bersama untuk meningkatkan literasi tentang wakaf," ujar Kamaruddin dalam kegiatan Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam Tingkat Pusat Angkatan IV di Jakarta, Minggu (26/6/2022).
Kamaruddin mengungkapkan, pengetahuan masyarakat tentang wakaf hanya pada tingkatan dasar. Hal ini yang menyebabkan potensi wakaf di Indonesia kurang dimanfaatkan secara maksimal.
"Namun hal yang membanggakan, sebagian besar masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang wakaf dari para dai dan penceramah," ungkapnya di hadapan 90 dai yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kamaruddin menambahkan, zakat dan wakaf merupakan instrumen penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang harus terus dioptimalkan. Perolehan zakat dan wakaf, lanjutnya, masih jauh dari potensi yang dapat dicapai.
"Mari kita bicara tentang bagaimana meningkatkan kesejahteraan umat tanpa harus meninggalkan hal-hal tentang ukhrawi (akhirat) dalam dakwah," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



