Wonosobo, Bimas Islam -- KUA Kalibawang, Kabupaten Wonosobo terus berupaya memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat. Salah satunya melalui Kajian Kitab Kuning yang rutin dilaksanakan sekali setiap bulan pada Rabu pekan pertama.
Kepala KUA Kalibawang, Muhammad Ghufron mengatakan, kajian ini merupakan upaya membekali Petugas KUA Kalibawang, aparat desa se-Kecamatan Kalibawang, dan masyarakat umum di tengah banjir informasi.
"Teknologi makin maju, namun kita tetap harus memegang teguh ajaran agama. Wawasan keislaman harus terus kita perbarui. Tidak boleh berhenti mengaji," ungkap Ghufron di Kalibawang kepada bimasislam, Sabtu (10/9/22).
Hadir saat pembukaan kajian ini, Kepala Urusan Kesra se-Kecamatan Kalibawang, Penyuluh Agama Islam, dan masyarakat. "Persoalan di masyarakat terus berkembang sehingga petugas KUA pun harus terus belajar. Tidak hanya belajar ilmu manajemen dan teknik pelayanan masyarakat, tetapi juga wawasan keagamaan," tambahnya.
Ghufron menambahkan, Kitab Kuning yang dikaji adalah Al-Arba‘in Al-Nawawiyyah karya Imam Yahya bin Syarafuddin Al-Nawawi. Kitab yang ditulis ulama asal Damaskus ini merupakan salah satu kitab rujukan di banyak pesantren.
"Saat berlangsungnya Kajian Kitab Kuning, KUA Kalibawang tetap memberikan layanan pendaftaran nikah. Justru ini menjadi bukti bahwa KUA tidak hanya melayani pencatatan nikah dan rujuk, tetap juga memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat," tegasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



