Depok, Bimas Islam --- Pertumbuhan Instrumen wakaf dalam mensejahterakan masyarakat semakin dilirik kaum muslim selain pemberdayaan zakat. Bukti kesuksesan pengelolaan wakaf sudah banyak terbukti seperti wakaf orang Aceh di Saudi Arabia, Wakaf di pondok pesantren hingga wakaf gedung, rumah sakit dan sekolah oleh lembaga nazhir. Namun faktanya tata kelola wakaf yang ada saat ini belum diatur secara rinci terutama dalam hal pembukuan keuangan akuntansi. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf mengadakan Workshop Akuntansi Wakaf untuk meningkatkan profesionalisme Nazhir khususnya dalam hal pencatatan akuntansi.
“Kebijakan pemerintah dalam pengelolaan wakaf setidaknya ada 4 kegiatan, yaitu meningkatkan penguatan Ekosistem Wakaf, sosialisasi kampanye wakaf, sinergi antar lembaga institusi terkait, dan peningkatan kompetensi Nazhir,” demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin saat menjadi narasumber Workshop Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) 112 Wakaf, Kamis (10/10).
Dirjen menambahkan, pedoman akuntansi wakaf ini sangatlah penting khususnya dalam penguatan ekosistem wakaf karena faktanya banyak nazhir yang belum paham pencatatan akuntansi. Serta seiring berkembangnya zaman banyak ragam wakaf, seperti wakaf saham, wakaf hak cipta hal ini perlu diatur dalam akuntansinya.
Terakhir, Dirjen berharap dengan terselenggaranya acara ini bisa tersusun pedoman akuntansi wakaf oleh Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) serta melengkapi Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) 112 Wakaf yang telah disusun oleh IAI.
Pelaksanaan acara selama 3 hari di Hotel Margo Depok mulai hari Kamis hingga Sabtu,10-12 Oktober 2019. Peserta berjumlah 50 terdiri dari akademisi kampus, Nazhir, pegiat wakaf, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Bank Indonesia, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Kantor Akuntan Publik, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Kantor Kementerian Agama Kota Depok, dan peneliti wakaf.
Penulis: Iqbal Fadli Muhammad
Editor: Iqbal Fadli Muhammad
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



