Depok, Bimas Islam --- Kabag Keuangan dan PNBP Ditjen Bimas Islam, Sutisna Anwar mengatakan, bimbingan teknis pertanggungjawaban bantuan pemerintah yang diselenggarakan selama tiga hari di Depok, Jawa Barat, bertujuan untuk meningkatkan transparansi pengelolaan bantuan negara.
“Tujuan pertama untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi APBN, terkait mekanisme pengelolaan bantuan pemerintah,” kata Sutisna di Hotel Savero, Depok, Jawa Barat, Jumat (4/6/2021).
Tujuan kedua sambungnya, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada semua pihak tentang pengelolaan anggaran bantuan pemerintah.
Tujuan ketiga lanjut Sutisna, untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pelaksanaan pencairan, penyaluran, pertanggungjawaban anggaran bantuan pemerintah.
“Tujuan keempat, meningkatkan efisiensi dan efektivitas, ketertiban, transparansi serta akuntabilitas pengelolaan bantuan pemerintah di lingkungan Ditjen Bimas Islam,” ujarnya.
Sutisna menambahkan, kegiatan bimbingan teknis tersebut diikuti oleh pejabat pengelola keuangan di lingkungan Ditjen Bimas Islam dan sejumlah organisasi masyarakat, seperti PBNU, Muhammadiyah, pengurus masjid Istiqlal, UPQ dan Baznas. Total peserta bimbingan tersebut berjumlah 44 peserta.
Dalam kegiatan ini, Ditjen Bimas Islam juga mengundang Direktorat Sistem Penganggaran DJA Kementerian Keuangan, KPPN Jakarta IV dan KPP Pratama Menteng menjadi narasumber kegiatan.
Kegiatan itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Kegiatan ini telah dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamaruddin Amin.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



