Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Perguruan Tinggi, Pakar, dan Praktisi siap berkolaborasi menyusun roadmap pengembangan wakaf produktif di Indonesia.
Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Bimas Islam Kemenag, M. Fuad Nasar mengatakan, penyusunan roadmap dilakukan dalam rangka meningkatkan wakaf produktif dan menjadi pilar pembangunan nasional sesuai dengan tema, prioritas, pengarusutamaan, dan kaidah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024.
“Wakaf produktif juga salah satu indikator kinerja sasaran program Kemenag khususnya Ditjen Bimas Islam,” kata Sesditjen mewakili Dirjen Bimas Islam saat FGD Penyusunan Roadmap untuk Pengembangan Wakaf Produktif Indonesia via aplikasi Zoom, Jumat (10/6).
Sesditjen mengatakan, rencananya roadmap akan berisi beberapa poin, yaitu skema pemerintah ikut andil terlibat langsung, mendorong kolaborasi nazhir, meningkatkan literasi masyarakat dan wakif, dan mendorong pondok pesantren membangun kemandirian ekonomi berbasis wakaf.
“Edukasi masyarakat soal wakaf produktif merupakan tugas bersama semua sektoral, karena wakaf tidak hanya identik diperuntukkan untuk peribadatan dan sosial, tapi juga untuk ekonomi produktif,” tutupnya.
FGD Penyusunan Roadmap untuk Pengembangan Wakaf Produktif Indonesia diselenggarakan atas inisiasi Direktorat Pembiayaan Syariah Ditjen PPR Kemenkeu RI. Sebagai panelis: Dirjen Bimas Islam diwakili Sesditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar (hadir secara online), Wakil Ketua BWI Imam Teguh Saptono, Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS Ahmad Juwaini, dan Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia Ferri Noor.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



