Sukabumi, Bimas Islam -- Kepala KUA Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, U. Saepullah Ruhiyat berbagi tips menjaga kerukunan. Menurutnya, kerukunan tidak bisa hanya didiamkan begitu saja, tetapi perlu dirawat.
"Wilayah Sukaraja ini sangat rukun. Meski sudah rukun, tidak bisa dibiarkan begitu saja, perlu dirawat dan diperkuat," ujar Saepullah di Sukabumi, Rabu (14/12).
Menurut Saepullah, merawat dan memperkuat kerukunan tidak mesti dengan ceramah dan khotbah di mimbar. Menurutnya, justru lebih efektif membaur dengan masyarakat, sehingga mereka tidak mengesankan KUA jauh dari masyarakat.
"Koordinasi dan komunikasi itu penting dalam menjaga kerukunan. Sering-sering berkunjung ke semua tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Perlu juga membaur dengan warga sekitar. Insyaallah rukun," katanya.
Saepullah mengungkapkan, pihaknya telah melakukan hal-hal tersebut. Menurutnya, jika dilakukan dengan rutin, semua persoalan yang memicu konflik bisa dinetralisasi secepatnya.
"Contoh kecilnya saat melayani akad nikah. Saya yakin hampir sebagian besar prosesi akad nikah itu dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat di sekitar. Itu kesempatan kita untuk berbaur dengan mereka, sehingga mereka tidak merasa ada pembatas dengan KUA," kata Saepullah.
Selain itu, dia menambahkan, dalam merawat dan memperkuat kerukunan bisa dengan memanfaatkan majelis taklim atau masjid. Dengan demikian, kata dia, semakin banyak orang yang dirangkul KUA, maka semakin banyak pula kesempatan untuk memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



